Home Internasional

Konferensi Internasional Untad Bahas Empat Topik

248
FOTO BERSAMA - Rektor Untad, Prof. Mahfudz, foto bersama dengan pemateri konferensi internasional, salah satunya Prof. Muhammad Basir usai pembukaan di salah satu hotel di Palu, Senin, 4 Nopember 2019. (Foto: Dok Humas Untad)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Tadulako (Untad) menggelar international conference (konferensi internasional) di Palu, Senin, 4 Nopember 2019. Konferensi internasional ini dibuka oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Mahfudz MP.

Ketua Panitia, ProfMerry Napitupulu M.Sc. Ph.D, menerangkan konferensi membahas empat topik yaitu biotechnology (bioteknologi), environment (lingkungan hidup), agriculture (agriculture), dan applied science (sains).

“Konferensinya sehari saja, tapi pematerinya besok (hari ini) lanjut memberikan kuliah umum di Untad,” terang Prof Merry.

Pemateri yang dihadirkan dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri diantaranya dari Osaka University Jepang dan Universitas Kebangsaan Malaysia. Sementara dari dalam negeri, Untad menghadirkan Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir Cyio SE MS.

Prof Merry menuturkan tujuan konferensi internasional sebagai perangsang bagi dosen-dosen di lingkungan Untad untuk meningkatkan publikasi internasional yang terindeks dalam jurnal bereputasi.

Untad dikatakan memang telah mencapai target publikasi internasional sebanyak 125 jurnal. Namun dengan digelarnya konferensi diharapkan publikasi internasional di lingkungan Untad bisa bertambah.

“Makanya pesertanya dari dosen-dosen dari Untad, tapi ada juga yang dari kampus luar seperti UI, UGM, UNJ dan lainnya,” ucap Prof Merry.

Peningkatan publikasi intenasional ini memang menjadi salah satu yang diamanatkan kepada Prof Mahfudz saat dilantik sebagai Rektor Untad, awal Maret lalu. Prof Mahfudz kemudian bergerak cepat dengan membentuk Center for International Article Publication (Cef-InAP) yang kini berubah menjadi International Publication and Collaborative Center (IPCC).

Saat itu, Prof Mahfudz, menjelaskan perubahan nama Cef-InAP menjadi IPCC merupakan tuntutan dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) demi peningkatan jumlah publikasi. Olehnya menjawab tantangan itu dilakukan perubahan agar target publikasi ilmiah dapat ditingkatkan.

“Dengan IPCC, kita dapat memperluas dan meningkatkan publikasi artikel. Jejaring kerjasama dengan jurnal internasional bereputasi akan kita lakukan. Tujuannya agar publikasi ilmiah dosen Untad dapat meningkat pada 2019 ini,” jelas Rektor.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas