Home Sulteng

Pemprov Sulteng Bantu Rp2,6 M untuk Kecamatan

221
SERAHKAN BANTUAN - Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola menyerahkan bantuan dana untuk kecamatan di sela pelaksanaan raker gubernur dengan bupati dan walikota di Palu, Kamis 31 Oktober 2019. (Foto: Humas Pemprov)
  • Gubernur: Camat Wajib Memiliki Kemampuan Manajerial

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng memberikan bantuan keuangan untuk seluruh kecamatan di Sulteng. Bantuan sebesar Rp2,6 miliar lebih itu berasal dari APBD Pemprov 2019. Dana itu diserahkan Gubernur H Longki Djanggola kepada Pemkab saat raker di Palu, Kamis 31 Oktober 2019.

Gubernur Longki mengatakan, bantuan tersebut diharapkan meningkatkan mutu pelayanan publik yang semakin cepat dan mudah.

“Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya Pasal 221 ayat 1,” kata gubernur.

Dikatakan, semangat pembentukan pemerintah kecamatan adalah untuk meningkatkan koordinasi pemerintahan, pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat baik desa maupun kelurahan.

Masih di pasal yang sama, lanjut gubernur, pada ayat ke-3 juga ditekankan bahwa pembentukan kecamatan tidak boleh mengesampingkan keikutsertaan pemerintah provinsi sebagai wakil pemerintah pusat.

Hal ini menegaskan bahwa harus ada rentang kendali yang kuat, yang menghubungkan antara kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan pusat. Bahkan kembali dipertegas dalam pasal 22 ayat 3, bahwa gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dapat mempengaruhi dalam pengangkatan camat oleh bupati/walikota.

“Oleh karena itu, saya mengingatkan kembali pada kesempatan ini agar dalam mekanisme pengangkatan seorang camat, bupati/walikota yang berwenang harus memperhatikan betul track record calon camatnya. Bahkan alangkah baiknya kalau dikonsultasikan dengan kami di provinsi. Mengingat camat wajib memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni supaya tidak asal-asalan membuat perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan fungsi kontrolnya,” jelas gubernur.

“Saya optimis peningkatan kualitas camat akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pembangunan dan kemasyarakatan khususnya di wilayah kecamatan dan secara agregat akan mampu meningkatkan kualitas pembangunan sulawesi tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing,” tambah gubernur lagi.

Raker gubernur dengan para bupati dan walikota itu juga dihadiri Wagub H Rusli Dg Palabbi serta sejumlah pejabat teras Pemprov Sulteng. Kegiatan ini dibuka Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Republik Indonesia, Drs. Akmal Malik.

Panitia pelaksana Drs. Arfan, M,Si dalam laporannya menyampaikan maksud dilaksanakannya kegiatan untuk memperkuat sinergi aparatur pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada serentak dan upaya menyamakan persepsi.

Adapun tujuan kegiatan untuk meningkatkan koordinasi, keterpaduan, kesiapan antar lembaga terkait dipusat dan daerah sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Raker yang diikuti 13 Bupati/Walikota, 13 Kabag Pemerintahan dan 175 camat se-Sulteng mengangkat tema ‘Pemantapan tugas dan fungsi gubernur selaku wakil pemerintah pusat dalam rangka pilkada serentak tahun 2020 di Sulawesi Tengah.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas