PENETAPAN UMP - Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulteng, Drs. Arnold Firdaus MTP, didampingi Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan, Joko Pranowo, menyerahkan berita acara penetapan UMP Sulteng tahun 2020 di Swiss Bellhotel Palu, Selasa, 29 Oktober 2019. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulteng untuk tahun 2020 ditetapkan sebesar Rp2.303.711. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulteng, Drs. Arnold Firdaus MTP, mengungkapkan UMP Sulawesi Tengah tahun 2020 naik 8,51 persen dari tahun 2019 sebesar Rp2.123.040.

“UMP Sulteng tahun 2020 sudah kami tetapkan bersama Dewan Pengupahan Provinsi sebesar Rp2.303.711,” ungkap Arnold kepada Metrosulawesi usai rapat penetapan UMP Sulteng bersama Dewan Pengupahan di Palu, Selasa, 29 Oktober 2019.

Kenaikan UMP Sulteng sesuai Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019. Melalui edaran itu, Menteri Ketenagakerjaan RI memutuskan UMP/UMK harus naik 8,51 persen berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Arnold mengatakan UMP Sulteng yang telah ditetapkan akan diumumkan Gubernur Sulteng pada 1 November mendatang. Rapat penetapan UMP berlangsung lancar dipimpin Anorld selaku Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Sulteng.

“Alhamdulillah, hampir semua hadir teman-teman Dewan Pengupahan dalam rapat penetapan ini,” ucapnya.

Setelah pengumuman UMP Sulteng, gubernur dapat (tidak wajib) menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) selambat-selambatnya pada 21 November 2019. UMP dan UMK yang telah ditetapkan gubernur berlaku mulai 1 Januari 2020 sampai dengan 31 Desember 2020.

Adapun saat ini UMK tahun 2020 yang telah ditetapkan yaitu Kota Palu sebesar Rp2.620.989, sebelumnya pada 2019 sebesar Rp2.415.435. UMK Poso sebesar Rp2.503.734, sebelumnya pada 2019 sebesar Rp2.307.376. UMK Tolitoli sebesar Rp2.345.095, sebelumnya pada 2019 sebesar Rp2.161.179.

UMK Buol sebesar Rp2.585.674, sebelumnya pada 2019 sebesar Rp2.382.890. UMK Banggai sebesar Rp2.343.970, sebelumnya pada 2019 sebesar Rp2.160.142. UMK Morowali sebesar Rp2.768.593, sebelumnya pada 2019 sebesar Rp2.551.463. Terakhir UMK Morowali Utara sebesar Rp2.307.159, sebelumnya pada 2019 sebesar 2.126.218.

Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulteng, Joko Pranowo, menambahkan usai UMP diumumkan akan langsung melakukan sosialisasi ke perusahaan.

Untuk Sulteng sendiri ada sekitar 3.145 perusahaan yang bergerak diberbagai bidang antara lain perdagangan, pertambangan, perkebunan dan industri. Sementara jumlah tenaga kerja/buruh tercatat sebanyak 80.000 lebih. Seluruh tenaga kerja tersebut berada dalam pengawasan Disnakertrans dibantu pihak terkait.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas