PERTEMUAN - Asisten I Setdaprov Sulteng, Faisal Mang dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kanwil Kemnag Sulteng, Lutfi Yunus, saat memimpin rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 1440H/ 2019 M, di Asrama Haji Transit Palu, Selasa, 29 Oktober 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1440H/ 2019 M di Asrama Haji Transit Palu, Selasa, 29 Oktober 2019. Rapat ini dihadiri oleh Asisten I Setdaprov Sulteng, Faisal Mang, para pejabat Kanwil Kemenag Sulteng, Kemenag kabupaten/kota serta pejabat Pemerintah Provinsi Sulteng. 

“Dalam pertemuan itu kami mengevaluasi tentang pelaksanaan proses penyelenggaran ibadah haji tahun sebelumnya. Dari hasil evaluasi itu tentunya ada poin-poin atau masalah penanganan operasional yang perlu diperbaiki ke depan,” kata Asisten I Setdaprov Sulteng, Faisal Mang, usai memimpin rapat itu.

Kata dia, tata cara transportasi dan segala macam perlu dievaluasi, termasuk pelayanan di asrama haji, bahkan secara fisik, memang masih ada yang perlu diperbaiki.

“Proses pelayanan perlu ditingkatkan lagi ke depan, jika ada yang mungkin kurang bagus tahun ini dalam pelayanan, maka ke depan harus lebih bagus, termasuk penanganan kesehatan. Bahkan proses di imigrasi diharap ke depan jangan terlalu berbelit-belit, namun semuanya itu harus sesuai aturan,” ujarnya.

Soal Sulteng akan menjadi embarkasi antara, Faisal mengatakan, pemerintah provinsi telah mengusulkannya namun keputusan itu berada di pemerintah pusat.

“Kita sudah memintakan kepada pemerintah pusat agar Sulteng ini menjadi embarkasi antara, tentunya jika sudah bisa menjadi embarkasi antara otomatis kita sudah bisa mengurus, bahkan kita bisa melakukan penerbangan langsung ke Arab Saudi,” ungkapnya.

Bahkan kata dia, Pemprov Sulteng sudah mendesak ke pemerintah pusat agar Sulteng dijadikan embarkasi antara.

“Jika memang ada yang perlu dibenahi, kami berharap pemerintah pusat memberikan catatan-catatan, apa saja yang perlu dilengkapi, sehingga dapat menjadi embarkasi antara,” katanya.

“Jumlah jemaah haji asal Sulteng, sebenarnya sudah boleh dikatakan memenuhi syarat untuk menjadi embarkasi antara, sebab tahun ini mencapai kurang lebih 2.000 jemaah. Selain itu kami juga berharap bukan hanya pemerintah provinsi saja yang mendesak pusat, tetapi juga Kemenag Sulteng ikut mendesak kepada kementeriannya, agar bersama-sama kita sepakat untuk menjadikan Sulteng sebagai embarkasi antara,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Sulteng, Lutfi Yunus, mengatakan, untuk menjadi embarkasi antara, ada beberapa fasilitas pendukung yang harus dipersiapkan, diantaranya Asrama Haji.

“Asrama Haji harus bisa menampung jemaah haji, jika gedung baru Asrama Haji kita kemarin sudah jadi, itu bisa menampung jemaah satu kloter dengan jumlah 450 orang, ditambah dengan gedung lama juga bisa menampung jumlah jemaah 450 orang, maka bisa menampung 900 orang, sehingga dua kloter bisa masuk,” ujarnya. 

Kata dia, syarat agar bisa menjadi embarkasi antara tentunya Asrama Haji Sulteng harus bagus.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas