DB Lubis. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Pemkab Donggala Bilang 90 Persen Calon Kades Tak Penuhi Syarat

Donggala, Metrosulawesi.id – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 81 desa di Kabupaten Donggala yang dijadwalkakan 31 Oktober batal dilaksanakan karena kendala teknis.

Tim Verifikasi Pilkades yang juga Kabag Hukum Pemkab Donggala, DB Lubis yang dikonfirmasi di kantornya mengakui, pelaksanaan pilkades batal dilakukan pada 31 Oktober dan akan dijadwalakan kembali waktu pelaksanaannya.

“Dari 81 desa dengan jumlah 341 calon kades hasil assessment 90% tidak memenuhi syarat untuk maju pada pilkades. Artinya kami tim verifikasi di kabupaten akan membuat surat kepada seluruh bakal calon kades perihal persoalan ini agar para calon kades memperbaiki  seluruh kekurangan tersebut,” katanya, belum lama ini.

Lubis menjelaskan selain menyurat kepada para calon kades, pihaknya juga akan menyampaikan kpada OPD sampai pada panitia pilkades tingkat desa tentang penundaan pilkades. Jika ada yang sudah melakukan pencabutan nomor urut cacat hukum.

“Kami sudah melayangkan surat pemberitahuan tentang penundaan Pilkades, yang sudah cabut nomor urut batal, persoalan tanggal pelaksanaan pilkades menunggu jadwal,” sebutnya.

Taufik Burhan. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Terpisah, Anggota Komisi I DPRD Donggala Bidang Pemerintahan Tafuik Burhan yang dimintai tanggapan di kantornya Selasa (29/10) mengatakan panitia pilkades kabupaten tidak siap melaksanakan pilkades serentak. Hal ini, kata dia bisa dilihat dari proses dan tahapan pilkades serentak banyak persoalan. Bahkan panitia pilkades sepertinya tidak di bimtek.

“Contoh pada RDP Jumat kemarin (25/10) dengan pihak terkait BPMD, dan Kabag Hukum sangat jelas ada kerancuan. Saya tanya mana SK panitia pilkades, mereka (BPMD) tidak memperlihatkannya. Belum lagi persoalan dana pilkades. Dari persoalan ini pasti ada keresahan di tingkat bawah. Contoh di 81 desa yang melaksanakan pilkades sudah ada 9 desa yang mencabut nomor urut termasuk di dapil saya Desa Toaya Kecamatan Sindue sekarang mereka juga resah,” sebutnya.

“Barusan saya menghubungi Kadis BPMD dari keterangannya besok (hari ini, Rabu 30/10/2019) ada pertemuan dengan seluruh panitia pilkades dan calon kades membicarakan pelaksanaan pilkadaes serentak termasuk penetapan jadwal pilkades serentak,” tuturnya.

Reporter: Saiful
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas