Home Ekonomi

Tambang Sulteng Diminati China

440
KUNKER KE CHINA - Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola, bersama jajaran melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Henan, China. (Foto: Humas)
  • Gubernur Longki dan Rombongan Kunjungi Henan

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Henan, China. Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng, Moh Haris Kariming, menerangkan gubernur dalam kunjungan itu didampingi Bupati Banggai, Herwin Yatim, Asisten Administrasi Ekonomi dan Kesra Setdaprov Sulteng, Bunga Elim Somba, Kepala Dinas ESDM, Yanmart Nainggolan, dan Kepala DPMPTSP Sulteng, CH Sandra Tobondo.

“Kunjungan gubernur dan rombongan menghadiri group investasi Provinsi Henan, China. Gubernur diundang melihat semua potensi produksi investasi baik perikanan, perikanan, dan sebagainya yang akan masuk ke Sulteng atau produk dari Sulawesi Tengah yang bisa diakomodir,” terang Haris yang mengaku sebagai juru bicara Gubernur Sulteng, Jumat, 25 Oktober 2019.

“Ini kunjungan G to G (government to government) dan menggandeng bisnis to bisnis karena ada semacam group investasi yang mau bekerja sama dengan Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Asisten Elim Somba mengungkapkan dari kunjugannya bersama gubernur dipastikan banyak potensi investasi yang bisa dipertukarkan antar Pemerintah Provinsi Henan dengan Pemprov Sulteng.

Secara spesifik Elim mengatakan salah satu potensi Sulawesi Tengah yang diminati Provinsi Henan yaitu sektor pertambangan. Provinsi Henan kata dia sangat berminat menanamkan modalnya di sektor pertambangan Sulteng.

“Tapi kita mau lihat dahulu bagaimana metodenya dan mekanismenya. Kita inginkan pertambangan clean and clear, ramah lingkungan, yang hijau,” ucap Elim.

Sementara untuk produk Sulteng yang berpotensi dipasarkan ke Henan yaitu dari sektor perikanan. Menurut Elim, saat ini ikan yang dipasarkan di Henan didatangkan dari negara-negara yang jaraknya sangat jauh dari China dibanding Indonesia.

“Kita punya potensi perikanan yang sangat dominan di Sulawesi Tengah yang ternyata di sini (Henan) ada pasarnya, kenapa tidak kita coba mengirim ke sini, bersaing dengan negara-negara lain. Sepanjang kita punya niat, nanti kita bisa melihat faktor-faktor apa yang perlu diefisienkan,” ujarnya.

Kepala DPMPTSP Sulteng, Sandra Tobondo, menambahkan dengan kunjungannya telah melihat peluang pasar investasi dan regulasi yang belaku di China, khususnya di Provinsi Henan.

“Sehingga saat mereka ingin berinvestasi sama kita, kita sudah tahu apa yang diinginkan dan bagaimana regulasinya,” tuturnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas