Home Sigi

Kampung BPKH Mulai Dibangun di Sigi

341
Bupati Sigi, Muhammad Irwan Lapata, Pimpinan Pusat Majelis Dzikir Nurul Khairaat, Muhammad Sholeh Al Idrus, Anggota Badan Pelaksana BPKH, Bidang Investasi, Beny Witjaksono dan CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, Pimpinan Pusat Majelis Dzikir Nurul Khairaat, Muhammad Sholeh Al Idrus, saat melaksanakan prosesi peletakkan batu pertama pembangunan Kampung BPKH di Desa Sibalaya., Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis 24 Oktober 2019. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Sulawesi Tengah, bersama  Rumah Zakat membangun Kampung BPKH di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Pengerjaan pelaksanaan Kampung BPKH ini, ditandai dengan pelatakan batu pertama oleh Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapata, Kamis 24 Oktober 2019.

Selain Bupati Sigi, prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kampung BPKH dengabn menelan anggaran Rp.4,3 miliar ini, dihadiri Pimpinan Pusat Majelis Dzikir Nurul Khairaat, Muhammad Sholeh Al Idrus (Habib Rotan), Anggota Badan Pelaksana BPKH, Bidang Investasi, Beny Witjaksono dan CEO Rumah Zakat, Nur Efendi.

Bupati Sigi, Irwan Lapata, mengapresiasi bantuan  BPKH Sulteng dalam membangun Kampung BPKH. Pembangunan Kampung BPKH  yang diperuntukan bagi penyintas korban bencana gempa bumi, yang disertai tsunami dan likuefaksi, bulan september tahun silam.

‘’Atas nama Pemerintah Kabupaten Sigi, kami mengucapkan terima kasih, yang membantu penyitas bencana di Kabupaten Sigi,’’ ujar Irwan Lapata usai prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kampung BPKH.

Beny Witjaksono, selaku anggota Badan Pelaksana BPKH Sulteng, menjelaskan,  kehadiran BPKH dalam membantu proses pemulihan dan rehabilitasi Palu, Sigi dan Donggala merupakan bagian dari amanat Undang-undang nomor 34 Tahun 2014, tentang pengelolaan keuangan haji, yang berkewajiban memberikan kemaslahatan dan meningkatkan kesejahteraan umat.

Kampung BPKH, urai Beny, merupakan program bantuan terintegrasi, selain pembangunan rumah sehat ramah gempa, di lokasi itu juga akan dibangun berbagai fasilitas seperti, masjid, klinik, sarana air bersih, serta pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat penyintas bencana Sigi.

“Dengan pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para penyintas yang kehilangan tempat tinggal dan tempat ibadah. Selain itu, layanan kesehatan bagi warga dengan bangunan klinik, penyediaan air bersih dan MCK  bisa mewujudkan warga sehat, tahan terhadap penyakit,” tambah Beny.

Sementara itu, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, mengatakan keberadaan Kampung BPKH, tidak  hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Tapi, diharapkan  masyarakat  bisa  kembali melakukan aktifitas dalama memenuhi kebutuhan hidupnya.

‘’Pelatihan kewirausahaan diterapkan. Program pelatihan ini diberikan kepada para penyintas bencana  yang tinggal di Kampung BPKH, bertujuan  memotivasi para pesertanya untuk bisa mandiri kembali dalam menjalankan usaha, tutur Nur Efendi.

Kampung BPKH yang diperuntukan 100 Kepala Keluarga, lanjut Nur Efendi, akan dihuni oleh penyintas bencana yang direkomendasi oleh Pemerintah Kabupaten Sigi.

‘’Yang jelas, penghuni utamanya adalah warga terdampak bencana dan belum memiliki tempat tinggal tetap,’’ tukasnya.

Ia menambahkan, kaloborasi pengerjaan Kampung BPKH mempercepat bangkitnya Kabupaten Sigi. (*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas