Home Hukum & Kriminal

Polisi Sudah Periksa Sembilan Terduga Pelaku Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

354
Kasat reskrim Polres Palu, AKP Esti Prasetyo Hadi. (Foto: MS)

Palu, Metrosulawesi.id – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Palu terus melakukan penyelidikan terkait dengan kasus pencabulan anak di bawah umur yang videonya sempat beredar di media sosial Face Book.

Kasat Reskrim Polres Palu, AKP Esti Prasetyo Hadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 22 Oktober 2019, mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan terkait kasus tersebut, dan pada Senin, 21 Oktober 2019, pihak penyidik kembali melakukan pemeriksaan terhadap satu terduga pelaku.

“iya, kemarin penyidik memeriksa satu terduga pelaku lagi, yang berinisial MR(14), yang juga merupakan salah satu siswa di SMP yang ada dikota Palu,” ungkapnya.

“Jadi hingga saat ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang pelajar, yang merupakan terduga pelaku  pencabulan anak di bawah umur,” tambahnya.

AKP. Esti Prasetyo Hadi juga mengatakan, bahwa dalam pemeriksaan awal para terduga pelaku mengakui bahwa ada video kejadian pencabulan itu, di luar video yang sempat beredar di medsos, namun sudah di hapus oleh para pelaku.

Saat ditanya apakah korban mengalami kekerasan seksual, Esti menyampaikan bahwa saat ini pihak penyidik masih menunggu hasil visum pihak dokter, untuk menyesuaikan dengan hasil keterangan korban serta terduga pelaku yang sudah tertuang dalam BAP.

“Kami masih menunggu hasil visum terhadap korban,” jelasnya.

Esti menegaskan, para pelaku saat ini belum ditahan, karena masih berstatus pelajar, namun pihaknya kenakan wajib lapor. Sementara itu, menurut keluarga korban, kondisi psikologi dari korban FAH saat ini masih tertekan dengan kejadian yang menimpanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pencabulan anak dibawah umur yang membuat heboh itu ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Palu, berdasarkan laporan dari  MZ (35) Orang tua korban dengan nomor Laporan Polisi, LP-B/933/X/2019/Sulteng/Res palu, tanggal 18 Oktober 2019. Kejadian yang sempat viral tersebut diketahui terjadi sekitar Agustus 2019 lalu,  dan baru terungkap saat video cabul itu diposting di media sosial.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas