RAPAT TIMPORA - Kakanwil Kemenkumham Sulteng, Zulkifli, membuka rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Aula Kasiromu Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Rabu, 16 Oktober 2019. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Provinsi Sulteng menggelar rapat di Aula Kasiromu Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Rabu, 16 Oktober 2019.

Rapat Timpora kali ini fokus membahas tukar-menukar informasi terkait keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Palu yang melakukan kegiatan jurnalis untuk peliputan, syuting film, dan koresponden. Selain itu terkait penempatan pejabat LSM asing dan kunjungan pejabat/staf perwakilan/Kedubes asing kedaerah-daerah tertentu.

“Rapat  Timpora ini menjelaskan peran dan tanggung jawab dari masing-masing instansi terkait untuk mengatur strategi dalam pengawasan orang asing serta menyatukan pandangan tentang keberadaan atau kegiatan orang asing,” ujar Kakanwil Kemenkumham Sulteng, Zulkifli.

Dia mengharapkan melalui wadah Timpora dapat menjamin terpeliharanya stabilitas kepentingan nasional dan daerah dari dampak negatif yang ditimbulkan  akibat perlintasan orang antar negara khususnya keberadaan dan kegiatan orang asing yang melakukan kunjungan penelitian, jurnalis, dan NGO asing di wilayah Sulawesi Tengah.

Seperti diketahui, kehadiran Timpora di Sulteng cukup membantu jajaran Imigrasi Palu dalam melakukan pengawasan orang asing. Itu terbukti dari penindakan yang dilakukan pada 2018 lalu berhasil mendeportasi sedikitnya 26 WNA.

WNA yang dideportasi terbanyak dari Republik Rakyat Cina dan Korea dengan pelanggaran penyalahgunaan izin tinggal. Baru-baru ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu kembali melakukan deportasi terhadap WNA asal China. Plt Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Sunaryo, menerangkan pihaknya terpaksa memulangkan tiga WNA China karena penyalahgunaan izin tinggal.

“Kami deportasi pekan kemarin, tepatnya pada 21 September, karena terbukti menyalahgunakan izin tinggal,” ungkap Sunaryo kepada Metrosulawesi, Senin, 30 September 2019.

Dia menerangkan deportasi dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan petugas Imigrasi Palu. Tiga WNA China tersebut terbukti menyalahgunakan izin tinggal kunjungan untuk bekerja. Ini terungkap berdasarkan hasil pengawasan keimigrasian bekerjasama dengan Timpora terhadap orang asing yang berada di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, selama empat hari mulai 4 September lalu.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas