Hatija Yahya. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK) dimulakan sejak tahun 2017. Sebanyak tiga SMK di Sulteng yang telah direvitalisasi pada tahun tersebut.

Kata Kabid Pembinaan SMK, Dinas Dikbud Sulteng, Dr Hj Hatijah Yahya MSi, ketiga sekolah itu masing-masing SMK Negeri 3 Palu, SMK Negeri 2 Palu, dan SMK Negeri 1 Tolitoli.

”Melalui program revitalisasi itu sekolah diberikan intervensi yang kini mulai tampak ada hasilnya dari sisi infrastruktur,” kata Hatijah Yahya kepada Metrosulawesi, pekan lalu. 

Dia mengatakan, tahun ini akan diupayakan dua sekolah mendapatkan intervensi yakni SMK Negeri 1 Buol dan SMK Swasta Bala Keselamatan (BK). 

Menurutnya, dari tiga SMK yang direvitalisasi, salah satunya yakni SMK Negeri 3 Palu ditetapkan pemerintah pusat sebagai penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja.

”Ini artinya sekolah tersebut dikategorikan punya kinerja yang baik sehingga mendapatkan BOS Kinerja,” kata Hatijah Yahya. 

Dia menjelaskan kategori kinerja baik dilihat dari empat aspek, yakni hasil ujian nasional (UN), hasil penilaian mutu pendidikan, hasil nilai uji kompetensi guru (UKG), dan hasil akreditasi sekolah.

”Jadi ini ada kolerasi dengan penetapan revitalisasi di sekolah tersebut,” katanya. 

Dia menambahkan pelaksanaan asesmen dalam rangka penetapan lokus SMK revitalisasi di tahun 2020, sekolah diharapkan menyiapkan diri secara mandiri dari sisi performa kinerja kepala sekolah.

”Mudah-mudahan yang akan ditetapkan di tahun 2020 sesuai yang direncanakan pemerintah pusat dan usulan kami (pemerintah provinsi),” katanya. 

Hatijah menambahkan peristiwa bencana alam pada 28 September 2018 lalu di Kota Palu berdampak pada dunia pendidikan, dimana terjadi kerusakan pada sekolah-sekolah termasuk SMK. Dia berharap recovery yang dilakukan dapat memulihkan kembali SMK terdampak.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas