Pimpinan definitif DPRD Sulawesi Tengah mengucapkan sumpah janji yang dipandu Ketua Pengadilan Tinggi Sulteng. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Mengawali pidato pertamanya pasca pengucapan sumpah janji sebagai Ketua DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) Periode 2019-2024, Nilam Sari Lawira, menekankan DPRD Sulteng harus berbenah. Pasalnya, saat ini citra DPRD masih rendah dimata masyarakat.

“DPRD Periode 2019-2024 harus berbebah. Saya mengajak seluruh rekan-rekan anggota dewan untuk lebih memaksimalkan kerja-kerja sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan hak-hak rakyat,” ungkap Nilam Sari Lawira usai pengucapan sumpah janji sebagai ketua definitif DPRD Sulteng, Rabu 16 Oktober 2019.

Nilam Sari mengajak kepada seluruh anggota dewan untuk memperlihatkan kepada masyarakat kerja wakil rakyat. Tiga fungsih yang melekat kepada 45 anggota DPRD sulteng dapat dimaksimalkan.

Menurut politisi Nasdem itu, satu tahun gempa bumi, stunami, likuifaksi, tanah longsor dan banjir menjadi pekerjaan utama DPRD sulteng, apalagi masih banyak korban bencana yang kehidupannya tidak menentu. Periode 2019-2024, kerja-kerja anggota dewan harus diketahui dan dirasakan masyarakat.

Pengucapan sumpah janji pimpinan definitif DPRD Sulteng, sekaligus menasbihkan Nilam Sari Lawira sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua DPRD Sulteng periode 2019-2024.

Semenjak provinsi Sulteng berdiri tahun 1964, Nilam Sari Lawira merupakan ketua DPRD Sulteng yang ke-11, sepuluh orang sebelumnya merupakan laki-laki. Menjadi wanita pertama yang memimpin DPRD Sulteng menjadi tantangan bagi istri Ahmad Hi Ali itu. Sepak terjangnya dilembaga legislatif akan menjadi catatan sejarah baginya.

Berdasarkan catatan Metrosulawesi, Ketua DPRD Sulteng pertama yakni Anwar Gelar Datuk Madio Basa Nan Kuning (1964-1968) kemudian berturut-turut Zaenuddin Abd Rauf (1966-1968), Mas’ud Lahuda (1969-1970), B.C Tubondo (1970), A.R Marsukie (1970-1971), R. Soeyono (1971-1982), Brigjen A.R Hartono (1982-1992), Brigjen H Samikoen (1992-1997), H. Aminuddin Ponulele (1997-2001), H Murad U Nasir (2001-2009), H. Aminuddin Ponulele (2009-2019).

Dalam pengucapan sumpah janji pimpinan dewan kemarin, Nilam Sari Lawira didampingi tiga orang wakil ketua masing H.M Arus Abdul Karim (Golkar), Hj Zalzulmida A Djanggola (Gerindra) dan Muharram Nurdin (PDIP).

Dengan diangkatnya pimpinan DPRD definitif, maka tugas pimpinan tersebut membentuk Alat Kelengkapan DPRD (AKD). di DPRD Sulteng Terdapat empat komisi dan empat badan yakni Komisi I bidang pemerintahan, komisi II bidang ekonomi dan keuangan, komisi III bidang infrastruktur dan komisi IV bidang kesejahteraan rakyat serta Badana Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Badan Kehormatan (BK), Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Banmus).

Sebelum membentuk AKD, pimpinan DPRD Sulteng terlebih dulu memimpin penetapan Peraturan DPRD Sulteng tentang Tata Tertib (Tatib).

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas