Sahran Raden. (Foto: Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)
  • Sayembara Maskot dan Jingle Pilgub 2020

Palu, Metrosulawesi.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah akan menggelar sayembara maskot dan jingle Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng dengan total hadiah Rp36 juta.

Anggota KPU Sulawesi Tengah Sahran Raden mengatakan, dua sayembara tersebut sebagai sarana sosialisasi dan edukasi pemilih pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 2020.

“Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata Sahran Raden, Selasa 15 Oktober 2019.

Dia menjelaskan, maskot berupa gambar atau rupa dua/ tiga dimensi yang nantinya menjadi ikon Pilgub Sulteng 2020. Begitu juga jingle berupa lagu singkat berisi satu atau lebih bait dan lirik yang dibentuk dan diatur dalam sebuah melodi sehingga menarik. Jingle berisi ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih pada Pigub 2020.

Melalui sayembara maskot dan jingle ini, Sahran Raden berharap terjalin komunikasi dua arah antara KPU dengan masyarakat yang ingin berkreasi dan kompetisi pada ajang kreatif tersebut.

“Selain itu, juga bertujuan tersosialisasinya ajakan kepada masyarakat melalui sayembara maskot dan jingle untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan Pilgub Sulteng, utamanya penyadaran untuk menggunakan hak pilih pada 23 September 2020,” ujarnya.

Sahran Raden memaparkan, ada sepuluh ketentuan khusus maskot di antaranya, harus mencantumkan logo KPU dan tidak boleh mencerminkan gender tertentu. Selanjutnya, ketentuan lainnya adalah desain maskot nonpartisan, dinamis, menarik, memotivasi untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilih pada Pilgub 2020.

Adapun pengiriman karya dijadwalkan mulai 7 sampai 26 November 2019. Pemenang utama sayembara maskot berhak atas hadiah Rp10 juta. Sedangkan juara utama sayembara jingle Rp 10 juta, juara dua dan tiga masing-masing Rp5 juta dan Rp3 juta.

“Hadiah total Rp36 juta,” katanya.

Dua sayembara ini terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya pendaftaran. Karya bersifat nasional atau lokal dan tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.

“Mencerminkan identitas lokal Sulawesi Tengah,” katanya.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas