Home Politik

DPRD Tunda Pandangan Fraksi

212
Ketua Sementara DPRD Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira didampingin Wakil Ketua sementara DPRD Sulteng, Yus Mangun, memimpin jalannya sidang paripurna pegantar nota keuangan Ranperda APBD 2020. (Foto: Ist)
  • Gubernur Usulkan Pendapatan Rp2,8 T

Palu, Metrosulawesi.id – Delapan fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPPRD) Provinsi Sulawesi Tengah belum memberikan pandangan fraksinya atas usulan anggaran yang disampaikan pemerintah provinsi Sulteng dalam rapat paripurna nota keuangan Raperda APBD 2020, Senin 14 Oktober 2019.

Sebanyak delapan fraksi sepakat membahas lebih detil dulu tiap usulan yang dibacakan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng dalam nota keuangan 2020 agar fraksi lebih maksimal dalam memberikan pandangannya, sehingga fraksi-fraksi sepakat agar paripurna pandangan fraksi dilanjutkan Selasa 15 Oktober hari ini.

Dalam sidang paripurna yang dipimpin langsung Ketua Sementara DPRD Sulteng, Nilam Sari Lawira, Wagub Sulteng, Rusli Dg Palabbi, menyampaikan pokok-pokok aggaran 2020. Sesuai nota keuangan yang dibacakan Rusli Palabbi, Pemprov Sulteng memproyeksikan pendapatan untuk tahun 2020 sebesar Rp2,8 triliun.

Dari Rp2,8 T pendapatan daerah, dirincikan sebesar Rp979 miliar adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), Rp1,832 triliun dana perimbangan dan Rp1,8 miliar merupakan lain-lain pendapatan yang sah.

Menurut Rusli Palabbi, PAD Sulteng sebesar Rp979 miliar bersumber dari pajak daerah Rp825,2 miliar, retribusi daerah sebesar Rp11,1 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp16,9 miliar dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp125,7 miliar.

Di sisi belanja daerah 2020, Rusli Palabbi menyampaikan, rencana belanja daerah 2020 sebesar Rp2,8 triliun. Dengan rincian belanja tidak langsung sebesar Rp1,813 triliun dan belanja langsung Rp988,3 miliar.

Dalam nota keuangan 2020, Rusli menyampaikan beberapa kegiatan harus ditunda untuk memenuhi kebutuhan anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Untuk memenuhi anggaran Pilkada 2020, pemerintah terpaksa menunda beberapa kegiatan guna memenuhi kebutuhan anggaran penyelenggaraan Pilkada,” ujar Rusli Palabbi.

Namun demikian, proyeksi APBD 2020 berada dibawah APBD 2019 yang mencapai Rp4,3 triliun. Rusli Palabbi kepada Metrosulawesi usai menyampaikan nota keuangan mengakui belum masuknya Dana Alokasi Umum (DAK) sehingga mempengaruhi proyeksi anggaran 2020.

Usai mendengarkan paparan anggaran 2020, belum ada fraksi yang memberikan tanggapannya. Hal berdasarkan kesepakatan sebagian besar fraksi agar pandangan fraksi disampaikan hari ini, supaya fraksi lebih detil mencermati tiap angka usulan dari gubernur.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas