Home Sulteng

Pelaku IKM Diperkenalkan BCM dan Penggunaan Barcode

187
Kadis Perindag Sulteng Richard Arnaldo membuka kegiatan BCM dan desiminasi penggunaan barcode bagi produk IKM, Rabu, 9 Oktober 2019. (Foto: Syahril Hantono/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah mengenalkan bisnis model baru kepada pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di daerah ini. Yakni Business Model Canvas atau BCM. 

Bisnis model baru itu diperkenalkan dalam acara BCM dan desiminasi penggunaan barcode bagi produk IKM. Puluhan pelaku IKM pangan dan kerajinan mengikuti kegiatan tersebut. 

Pihak Universitas Multimedia Nusantara dan BRI Cabang Palu menjadi narasumber tentang BCM. Sedangkan GS1 Jakarta dan Balai POM Palu menjadi narasumber tentang penggunaan barcode produk IKM. 

Kadis Perindag Sulteng Richard Arnaldo menjelaskan BSM sebagai metode baru dalam merumuskan konsep bisnis yang lebih sederhana dibanding membuat rencana bisnis biasa.

”Metode ini juga memudahkan pelaku IKM dalam mencari ide strategi usaha dengan waktu yang singkat dan dapat mengetahui bagaimana nilai proporsi atau nilai penempatan antara konsumen dengan produk yang ada dalam usahanya,” kata Richard. 

Menurutnya BCM sangat disarankan untuk pengusaha pemula sebagai acuan menyusun strategi ke depan.

”BCM sebuah inovasi untuk menjalankan usaha dengan lebih baik yang dapat berkembang mengikuti zaman dan siap menghadapi persaingan yang ketat di pasaran,” ujarnya. 

Terkait dengan penggunaan barcode dalam produk, Richard mengatakan sangat penting agar produk IKM dapat menembus pasar modern. Dia menambahkan, desiminasi penggunaan barcode agar pelaku IKM mendapatkan pedoman saat menjalankan usahanya sehingga meningkatkan kualitas produk dan label kemasan agar berda saing dan mampu berkompetisi dengan produk lainnya. 

”Barcode dengan siatem penomoran G1 dapat membantu pelaku usaha menjalankan bisnisnya lebih efektif dan efisien, proses lebih cepat dan mengurangi kesalahan kerja,” kata Richard.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas