Home Donggala

Kasus Hutan Mangrove Gagal Mediasi

345
Mediasi di Pengadilan Negeri Donggala Selasa siang (8/10), terkait sengketa hutan mangrove. (Foto:Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Pengelola kawasan hutan mangrove di Kelurahan Kabonga Besar digugat oleh Hi Anwar M Taher yang mengklaim sebagai pemilik lahan. Pada Selasa siang (8/10) di Pengadilan Negeri Donggala terlihat dua kubu,  Hi Anwar bersama putranya Adi Permata sebagai penggugat dan tergugat pengelola KTH Goneggati sebagai pengelola mangrove yang didampingi aktivis Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat Sulteng (PBHR).

Hi Anwar.M taher. (Foto:Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Kedatangan dua kubu yang berseteru itu diterima oleh Hakim Pengadilan Negeri Donggala Taufiqurahman. Tergugat dan penggugat diarahkan ke satu ruangan untuk dilakukan medisasi. Hanya saja proses mediasi tersebut wartawan tidak diperkenankan meliput.

“Kami akan lanjut terus ke proses pengadilan perdata, karena permintaan kami di dalam ruangan tadi pada proses mediasi tidak diindahkan oleh pihak pengelola mangrove,” kata Hi Anwar M Taher saat dicegat wartawan usai proses mediasi tersebut.

Anwar M Taher mengatakan, proses mediasi tersebut ada lima permintaan yang disampaikan kepada penggelola hutan mangrove KTH Gonenggati. Pertama, hasil dari pengelolaan hutan mangrove disumbangkan ke pembanguann masjid di Kelurahan Kabonga Besar. Kedua berikan juga bantuan kepada pemerintah kelurahan. Ketiga bantu para manula atau lansia dengan sembako. Keempat, Anwar M Taher meminta anaknya di pengelola RTH Goenggati.

Adi priyanto. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

“Karena anak saya adalah ahli waris dari lokasi mangrove, dan terakhir jangan lupa bayar pajak. Dari lima permintaan saya yang saya sampaikan di hadapan hakim dan pengelola RTH Goneggati, mereka tidak menerima poin ke empat dan kelima, makanya saya kecewa dan tetap melanjutkan proses ini ke ranah hukum. Secara administrasi atau surat lokasi mangrove adalah milik keluaraga kami, batas-batas tanah juga lengkap tertera di akte jual beli (AJB),” bebernya.

Di tempat yang sama, kuasa hukum dari RTH Gonenggati dari Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat Sulteng Adipriyanto menjelaskan, pihaknya siap melawan proses hukum selanjutnya.

“Kalau penggugat mengkalaim miliki AJB, kami juga punya AJB beserta saksi. Nanti saja kita lihat jika ini memang berproses di pengadilan,” singkatnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas