Home Hukum & Kriminal

Kejari Tetapkan Kadis Transmigrasi Tolitoli sebagai Tersangka

301
Kasi Pidsus Kejari Tolitoli, Rustam Efendi SH. (Foto: Acco Amir/ Metrosulawesi)

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Penyidik Kejari Tolitoli menetapkan JS, Kadis Transmigrasi sebagai tersangka kasus pemotongan dana perjalan dinas (SPPD) ASN lingkup Dinas Transmigrasi Kabupaten Tolitoli, Selasa 8/10/2019.

Kasi Pidsus Kejari Tolitoli Rustam Efendi SH mengatakan, pemotongan dana tersebut sebesar 7% dari besaran  anggaran untuk setiap ASN yang mendapatkan perjalanan dinas luar daerah dari tahun 2016-2018. Dari hasil pemotongan dana tersebut, negara dirugikan menghampiri Rp.300juta.

Dijelaskan, tersangka JS melakukan pemotongan SPPD  digunakan untuk keperluan dana operasinal taktis kantor. Meski JS sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut, penyidik Kejari belum melakukan penahanan.

Alasan penyidik, Sekretaris Kabupaten (Sekab) Tolitoli Drs Mukaddis Syamsuddin bersama istri tersangka bersedia menjadi penjamin untuk tersangka JS. Hal lain yang menjadi pertimbangan penyidik tidak menahan  JS dikarenakan yang bersangkutan sejak  pemeriksaan selalu kooperaktif bila dipanggil oleh penyidik untuk dimintai keterangan.

“Kita tidak lakukan penahanan badan terhadap tersangka sebab Sekab Tolitoli bersama istri tersang ka bersedia jadi penjaminnya,” jelas Kasi Pidsus Kejari Tolitoli.

Rustam Efendi menambahkan, meski tersangka JS telah mengembalikan dana SPPD itu, tetapi proses hukum tetap berjalan terhadapnya.

Akibat perbuatannya tersangka dapat dijerat dengan UU Tipikor dan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Akibat perbuatannya tersangka dapat dijerat dengan UU Tipikor dan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Reporter: Acco Amir

Ayo tulis komentar cerdas