Home Sulteng

Jadup Pengungsi Cair Awal November

3361
H Ridwan Mumu. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, H Ridwan Mumu, mengungkapkan bantuan Jaminan hidup (Jadup) bagi pengungsi Pasigala cair awal November mendatang.

“Yang penting data sudah beres bisa cair awal November, paling lama pertengahan bulan-lah. Saya sedang di Jakarta ini atas perintah bapak gubernur untuk menuntaskan persoalan data penerima Jadup,” ungkap Ridwan kepada Metrosulawesi, Selasa, 8 Oktober 2019.

Dia mengatakan data Jadup yang saat ini masih bermasalah hanya tinggal dari Pemerintah Kabupaten Donggala. Sebanyak 5.005 KK data penerima Jadup di Donggala masih harus divalidasi.

“Tapi data yang 5.005 KK itu sudah kami setor ke kementerian bersamaan divalidasi sesuai jumlah jiwa,” ucap Ridwan.

Sebelumnya, Ridwan mengungkapkan pemerintah pusat memberikan tenggat waktu kepada Pemkot Palu, Pemkab Sigi, dan Donggala (Pasigala) untuk menuntaskan finalisasi data penerima bantuan pengungsi korban bencana dalam bulan ini.

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng itu mengungkapkan persoalan pendataan Jadup ditarget tuntas akhir Oktober mendatang. Adapun saat ini, data penerima Jadup yang bermasalah sisa Donggala.

“Harus bisa selesai datanya, itu tanggung jawab Pemerintah Kota Palu, Pemerintah Kabupaten Sigi, dan Pemerintah Kabupaten Donggala. Kalau data sudah final langsung saya teruskan ke kementerian,” ungkap Ridwan di Palu, Senin, 7 Oktober 2019.

Dia mengatakan Pemkab Donggala harus bekerja ekstra untuk memfinalkan data penerima Jadup. Itu karena dari total 7.295 KK penerima Jadup, baru 2.290 KK yang valid sebagai penerima tahap pertama. Sementara sisanya 5.005 KK belum terverifikasi karena jumlah jiwa belum valid.

Untuk Kota Palu dan Sigi dikatakan sudah mulai diproses karena data yang diberikan telah terverifikasi. Untuk Sigi tercatat yang akan menerima Jadup tahap dua sebanyak 4.584 jiwa sementara Kota Palu sebanyak 8.407 jiwa.

Menurut Ridwan, apabila hingga batas tenggat yang diberikan pemerintah pusat tidak bisa disanggupi, dana Jadup akan ditarik. Hal ini disebabkan dana Jadup berasal dari bantuan pihak luar.

Ridwan juga mengharapkan peran aktif masyarakat agar mendatangi Dinas Sosial sesuai wilayah masing-masing. Demikian pula pihak Dinsos kabupaten/kota harus bisa segera menyelesaikan finalisasi data.

Berdasarkan data yang ada, sebanyak 13.894 penyintas korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah segera mendapat bantuan dana jaminan hidup (jadup) tahap dua dari Kementerian Sosial RI.

“Untuk Kota Palu yang sudah dalam proses 8.407 jiwa dan Kabupaten Sigi 5.484 jiwa. Atas perintah Gubernur Sulteng, datanya kami serahkan ke Kemensos RI untuk selanjutnya dilakukan verifikasi,” kata Ridwan Mumu, di Palu, Senin 7 Oktober 2019.

Ia menerangkan dana jadup yang siap disalurkan oleh Kemensos RI senilai Rp43,2 miliar. Rencananya bantuan jadup tersebut akan diberikan kepada para penyintas di tiga daerah terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi, termasuk di Donggala yang hingga kini data calon penerima jadupnya belum beres.

Dana jadup yang merupakan hibah dari para penyumbang yang disalurkan melalui Kemensos, lanjutnya, akan diserahkan bulan depan.

“Insya Allah dana jadupnya akan disalurkan pertengahan bulan November, jika datanya sudah valid dan diverifikasi lagi oleh Kemensos. Batas penyerahan data penerima jadup ke Kemensos akhir Oktober, jika lewat akhir Oktober, maka dana jadup tidak akan disalurkan,” ujarnya lagi.

Bantuan dana jadup yang disalurkan senilai Rp1,2 miliar, dengan rincian Rp600 ribu per jiwa untuk dua bulan atau Rp10 ribu per hari per jiwa selama dua bulan.

Sementara itu, sebanyak 5.005 kepala keluarga (KK) yang merupakan korban bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala terancam tidak mendapat bantuan dana jaminan hidup tahap dua dari Kementerian Sosial.

Ridwan menyebut peyebabnya karena data 5.005 KK calon penerima jadup tahap dua untuk korban bencana yang diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinsos Donggala kepada Dinsos Sulteng tidak beres.

“Di Donggala ada 5.005 KK yang masih bermasalah karena data jiwanya belum beres,” katanya lagi.

Ia menerangkan jika Pemkab Donggala tidak memperbaiki dan melengkapi data 5.005 KK calon penerima dana jadup hingga akhir Oktober, maka Kementerian Sosial tidak akan menyalurkan bantuan tersebut.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas