Alumni angkatan 76 SD Muhammadiyah Palu foto bersama kepala sekola dan guru usai reuni di Rumah Makan Sedap Malam di bilangan Besusu Tengah, Palu, Selasa, 8 Oktober 2019. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id– Alumni angkatan 76 SD Muhammadiyah Ujuna, Palu Barat, Kota Palu menggelar reuni di Rumah Makan Sedap Malam di bilangan Besusu Tengah, Palu, Selasa, 8 Oktober 2019.

Ada yang unik dalam reuni ini, tampak para alumni angkatan 76 SD Muhammadiyah 90 persen merupakan Chinese. Yang lebih menakjubkan lagi, tidak terlihat sekat-sekat antar alumni meski berbeda suku dan keyakinan.

Reuni dimulai dengan makan bersama sekitar pukul 20.30 WITA, canda-tawa terus bersahutan mengenang kebersamaan para alumni semasa sekolah. Terlihat jelas suasana kekeluargaan terlebih dengan hadirnya Kepala SD Muhammadiyah Palu, Taqwa, semasa alumni angkatan 76 menempuh pendidikan.

Kehadiran Taqwa yang telah berusia sepuh semakin menguatkan bukti kekeluargaan yang terjalin antar alumni dan guru. Selain Taqwa, guru lainnya, Hatta, turut hadir menjadi saksi reuni yang pertamakalinya digelar sejak 43 tahun lalu.

Taqwa pun bercerita soal pengalamannya memimpin sekolah itu. Ada tiga muridnya yang hingga kini masih diingatnya. Ketiganya adalah Siely Halim, kini pemilik Rumah Bersalin CareShe. Siely katanya merupakan murid yang tercantik kala itu. Selain itu, Tony Halim yang kini pemilik Apotek Hasanuddin. Tony dikenal karena kenakalannya. Dan yang terakhir Chichi alias Cherry Chandra.

“Chichi merupakan murid yang terpintar,” kata Taqwa.

Pada kesempatan itu, Tony Halim menyumbangkan sebuah tongkat untuk Taqwa. Sumbangan itu sebagai bentuk rasa terima kasihnya yang telah mendidiknya selama enam tahun.

Guru lainnya, Hatta mengakui SD Muhammadiyah Palu menjadi satu-satunya sekolah yang sangat unik karena siswanya 90 persen Chinese. Padahal SD Muhammadiyah sendiri dikelola oleh organisasi Islam.

“Saya bisa katakan bukan hanya di Indonesia, mungkin tingkat dunia hanya sekolah kita yang sangat unik,” ujar Hatta.

Dia mengatakan dengan didominasi siswa Chinese, SD Muhammadiyah menjadi berkualitas karena pintar-pintar dan disiplin. Hatta mengisahkan kala itu siswa Chinese juga menghantarkan SD Muhammadiyah menjadi juara I dalam kejuaran bidang Islami antar sekolah.

Reporter: Michael Simanjuntak

Ayo tulis komentar cerdas