Home Donggala

EO Belum Bayar Bonus Pelari Half Marathon

389
Para pemenang half marathon saat berpose dengan Bupati Kasman Lassa dan Wakil Bupati Moh Yasin. Kegiatan yang digagas pihak EO Quantum ini bonus atlet hingga kini belum dibayarkan. (Foto: Istimewa)
  • Akris:Peserta Diakali, Kami Juga Dibodohi

Donggala, Metrosulawesi.id – Kegiatan half marathon yang dipusatkan di Anjungan Gonenggati Keluarahan Kabonga Kecil Kecamatan Banawa menyisahkan masalah. Bonus yang dijanjikan panitia sudah dua pekan lebih tak kunjung dibayarkan.

Akris Fatah Yunus, ketua pantia pelaksana kegiatan yang ditemui di kantornya Jumat (4/10) menjelaskan, bahwa even itu digagas oleh pihak Quantum. Sedangkan dirinya hanya mewakili Pemerintah Kabupaten Donggala dipercayakan sebagai ketua pelaksana.

Artinya, kata dia pemda dalam hal ini mempersiapkan fasilitas tempat kegiatan saja beserta pengamanan. Teknis pelaksana kegiatan half marathon di bawah kendali Quantum sebagi EO termasuk bonus atlet.

“Bukan hanya peserta diakali, kami pemerintah juga kena dibodohi pihak Quantum, si Sonya itu ketua Quantum yang pada waktu persentase sebelum kegiatan di depan bupati dan kami semua pejabat terdoktrin tentang konsep kegiatan half marathon yang dibuatnya. Sampai mengatakan seluruh bonus dan persiapan sudah fix karena mereka (Quantum) berpengalaman di even besar seperti ini, kemudian pihak Quantum juga membeberkan menghadirkan pelari luar negeri sehingga Donggala bisa ramai dan mereka (Quantum) meminta pemda menyediakan jajanan kuliner sehingga peputaran ekonomi dirasakan masyarakat. Kami mengamini permintaan tersebut hasilnya padagang merugi pelari dari luar negeri juga tidak ada, itu satu bentuk ketidakberesan dari kegiatan ini,” sebutnya.

Akris Fatah. (Foto: Ist)

“Yang kedua ketidakberesan pihak Quantum menawarkan ke bupati star lari marathon jam 5 pagi, ide tersebut ditolak bupati karena orang masih shalat subuh. Kami meminta jam 7 pagi dimulakan. Ketiga dana atau bonus tidak disiapkan di hari pelaksanaan kegiatan dengan alasan hari libur bank tutup,” katanya.

Ditambahkan Akris dari peristiwa ini pihaknya (pemda) menjadi sasaran tembak peserta karena melaksanakan kegiatan tidak becus. Dia menepis tudingan miring tersebut ia bersama atlet yang memenangkan lomba mempertemukan dengan EO Quantum la Sonya. Hasil pertemuan itu pihak Quantum   berjanji membayar bonus pada hari Senin (30/9).

“Hari Senin (30/9), saya antar atlet ketemu Sonya di Wisma Donggala untuk sama-sama ambil bonus di bank BNI Imam Bonjol Palu itu pun ada intrik lagi dilakukan si Sonya, kita berangkat sama-sama mengejar bank tutup pukul 15.00 wita, dia (Sonya) ulur lagi waktu tadinya cuma ke bank BNI Imam Bonjol putar lagi ke BNI Samratulangi dengan alasan beragam, dan akhirnya kembali juga ke BNI Imam bonjol dan untung bank belum tutup,” cerita Akris.

“Saya dan para atlet mengawal si Sonya di dalam bank melihat dari dekat dia berbicara dengan CS Bank BNI, tak lama dia balik menjelaskan bahwa dana tidak bisa cair. Sontak saya naik darah dan langsung bertemu CS BNI, dari keteranagan BANK memang ada dana di rekening tetapi bukan atas nama Quantum tapi milik rekening pribadi nama orang lain, karena tidak mau ribut si Sonya digiring keluar oleh atlet dan Satpol PP menuju Wisama Donggala. Ini kan sudah jelas penipuan, sekarang si Sonya masih di Wisma Donggala, dia itu tidak boleh keluar sebelum utang dibayar,” tegas Akris.

Terpisah EO Quantum Sonya yang dikonfirmasi belum memberikan klarifikasi.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas