SIAGA BENCANA - Sejumlah pejabat dan undangan menghadiri kegiatan yang digelar Wahana Visi Indonesia (WVI) di Taman Gor Palu, Sabtu, 5 Oktober 2019. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Wahana Visi Indonesia (WVI) menggaungkan masyarakat siaga bencana melalui berbagai kegiatan di Taman Gor Palu, Sabtu, 5 Oktober 2019. CEO dan National Director Wahana Visi Indonesia, Doseba Tua Sinay, mengatakan tujuan kegiatan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengurangan risiko bencana melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan WVI dalam respons bencana selama satu tahun terakhir.

“Mengusung konsep masyarakat siaga bencana, masyarakat yang hadir bisa melihat stan pameran foto anak-anak dan masyarakat yang didampingi WVI selama merespons bencana. Selain itu juga ada dinas-dinas yang menjadi mitra WVI antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Sosial, dan para mitra lainnya,” ujar Doseba.

Kegiatan dimulai dengan fun run dan senam sehat keluarga yang ikuti oleh masyarakat Kota Palu serta berbagai komunitas. Acara ini juga ikut dimeriahkan oleh perwakilan anak dan masyarakat yang didampingi oleh WVI dalam hal program pendidikan pengurangan risiko bencana dan program pemulihan mata pencaharian. Setelahnya dilanjutkan sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Turut pula dipamerkan berbagai replika hunian anatar bagi pengungsi yang telah dibuat. Selain itu, diadakan diskusi mengenai tantangan yang dialami penyandang disabilitas saat bencana melalui talkshow.

Untuk memeriahkan kegiatan setahun pascagempa Sulawesi Tengah diadakan juga perlombaan bagi komunitas dan anak-anak. Bagi komunitas, lomba diadakan antar tim siaga yaitu membuat peta kontigensi rencana tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam keadaan bencana.

Sementara itu anak-anak akan mengikuti lomba sigap tas siaga bencana yang diikuti oleh murid-murid SD. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Moh. Hidayat Lamakarate, mengungkapkan kegiatan yang digelar merupakan salah satu upaya untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pengurangan risiko bencana.

“Kita hidup dan tinggal di wilayah yang sangat rawan bencana dan terbukti dengan adanya gempa bermagnitudo 7.4 yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 lalu. Dengan acara masyarakat siaga bencana yang diadakan oleh WVI, kita berharap masyarakat semakin sadar dengan potensi bencana dan tahu cara memitigasi risiko sebelum bencana benar-benar terjadi,” ucap Hidayat.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas