Home Sulteng

Tekankan Lagi Pentingnya Mitigasi Bencana

177
Gubernur H Longki Djanggola bersama sejumlah pejabat mengunjungi tempat pameran kebencanaan di ruang pameran Taman Budaya dan Museum Sulteng, Kamis, 3 Oktober 2019. (Foto: Syahril Hantono/ Metrosulawesi)
  • Gubernur Longki Buka Pameran Khusus Sejarah Alam dan Kebencanaan di Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – UPT Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulteng menggelar pameran khusus sejarah alam dan kebencanaan di Sulteng, Kamis, 3 Oktober 2019. Gubernur H Longki Djanggola membuka kegiatan yang dirangkaikan dengan lomba mewarnai anak-anak PAUD di Kota Palu tersebut.

Dalam sambutannya Gubernur menekankan lagi pentingnya masyarakat untuk mengetahui tentang mitigasi bencana. Katanya, bencana yang melanda Sulteng pada 28 September 2018 harus dijadikan pelajaran berharga.

‘’Kita semua perlu mengikuti sosialisasi untuk mengetahui dimana titik-titik lokasi yang bisa terjadi tsunami atau likuifaksi,’’ kata Gubernur.

Gubernur menilai kegiatan Taman Budaya dan Museum Sulteng sangat penting sebagai bagian dari mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. Terkait ini Gubernur mengatakan, menurut kearifan lokal gempa bumi terjadi karena kemarahan penguasa langit atau ‘’Karampua ri langi’’ dan penguasa tanah atau ‘’Karampua ri tana’’ yang disebabkan perbauatan manusia yang tidak baik di muka bumi.

Gubernur juga mengatakan, banyak lokasi di Lembah Palu yang dinamakan sesuai peristiwa yang terjadi. Misalnya ‘’Beka’’ (pernah terlebah), ‘’Bangga’’ (pernah banjir), ‘’Rogo’’ (pernah hancur), ‘’Kaombona’’ (pernah runtuh), dan ‘’Tagari Lonjo’’ (tempat perbenam).

Menurut Gubernur, sebagai warga yang hidup di daerah rawan bencana, tidak ada pilihan lain untuk menghadapinya dengan penuh kesiapsiagaan yang tinggi.

‘’Banyaknya korban pada setiap bencana disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat bagaimana cara bertindak ketika terjadi bencana,’’ katanya.

Karena itu pengetahuan tentang kebencanaan sangat penting dimiliki masyarakat dalam proses penyelamatan diri saat bencana terjadi.

‘’Kita harus belajar mengenali kejadian-kejadian alam yang dapat menimbulkan bencana di lingkungan kita,’’ kata Gubernur.

‘’Kita harus mempelajari bagaimana proses bencana terjadi dan membangun motivasi anggota keluarga untuk menyiapkan diri menghadapi bencana, saling bekerja sama antar tetangga dapat menyelamatkan nyawa dan harta benda bersama. Kenalilah keahlian tetangga sehingga bisa saling melengkapi dalam proses penyelamatan,’’ kata Gubernur.

Pembukaan pameran khusus sejaran alam dan kebencanaan di Sulteng dihadiri pejabat Museum Basuki Abdullah Jakarta, anggota DPRD Sulteng, Kepala Taman Budaya dan Museum Sri Ramlahsari, Kabid PSMA Muchlis, serta para budayawan dan seniman di Kota Palu.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas