Ardiansyah Lamasitudju. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Sulawesi Tengah tetapkan tiga kabupaten dari 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah sebagai pilot project (proyek percontohan) Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.Demikian dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Ardiansyah Lamasitudju di ruang kerjanya belum lama ini.

Ardiansyah mengatakan, ketiga kabupaten itu masing-masing Kabupaten Banggai, terdapat enam desa, Kabupaten Sigi lima desa, dan Kabupaten Donggala lima desa.

“Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial sendiri merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan,” jelas Ardiansyah.

Kata Ardiansyah, transformasi tersebut dapat diwujudkan dalam empat peran, pertama, perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat kegiatan masyarakat, dan pusat kebudayaan. Kedua, perpustakaan dirancang lebih berdaya guna bagi masyarakat.

“Ketiga, perpustakaan menjadi wadah untuk menemukan solusi dari permasalahan kehidupan masyarakat, dan keempat adalah perpustakaan memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki,” ungkapnya.

Ardiansyah mengatakan, tujuan kebijakan ini adalah untuk meningkatkan literasi informasi berbasis TIK, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, dan  memperkuat peran dan fungsi perpustakaan, agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tapi menjadi wahana pembelajaran sepanjang hayat dan pemberdayaan masyarakat.

“Di perpustakaan ini, selain masyarakat dapat menemukan buku dan membaca, juga bisa belajar mengembangkan skillnya sesuai potensi yang dimiliki. Seperti di Desa Kabobona, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, masyarakat desa ini berhasil mengembangkan Agrobisnis dan bekerjasama dengan Transmart Carrefour,” ujarnya.

Bahkan kata Ardiansyah, hasil pertanian di desa itu dapat ditemukan di Transmart Carrefour Kota Palu.

“Di Desa Kabobona sudah berhasil, masyarakat memanfaatkan betul program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dengan mengembangkan Agrobisnis, dan kini hasil pertanian mereka bisa ditemukan di Transmart Carrefour Palu,” katanya.

Menurut Ardiansyah, salah satu tujuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah di Tahun 2019 ini melakukan penjangkauan ke desa-desa. Sebab sulit bagi perpustakaan mengajak masyarakat pedesaan berkunjung ke perpustakaan jika hanya untuk sekadar membaca buku.

“Selain dapat menyita waktu mereka sebagai petani, nelayan, buruh harian juga dapat merugikan dari segi ekonomi. Sehingga satu-satunya cara adalah dengan melakukan penjangkauan ke desa.

Upaya tersebut juga mendapat respon positif dari Bupati Banggai, Erwin Yatim, melalui instruksinya kepada  setiap desa di wilayah itu untuk membangun sudut-sudut bacaan dengan menggunakan pembiayaan dari ADD,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, kita mendapatkan respon positif dari masyarakat dan pemerintah daerah, salah satunya adalah Bupati Kabupaten Banggai, Erwin Yatin. Tidak hanya sekadar dibuka perpustakaan di desa-desa itu, melainkan juga buku bacaan di setiap perpustakaan akan dikontrol dan secara rutin akan diganti dengan buku bacaan baru, agar masyarakat tidak merasa bosan dan tetap menarik,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas