Home Palu

Demo Mahasiswa Dinilai Bentuk Perhatian

233
Dr Ir Sagaf MP. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Deretan aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa akhiri-akhir ini dinilai sebagai bentuk perhatian kepada pemerintah dan pimpinan lembaga. Melalui aksi demonstrasi mengingatkan pemerintah agar tidak menutup mata terhadap persoalan-persoalan yang ada.

“Mereka (mahasiswa) ingin mengingatkan kepada kita, bukan sesuatu yang bertentangan terhadap pimpinan. Itu merupakan susuatu perhatian kepada kita agar kiranya tidak terlena, menyimpang, dan seterusnya,” ujar Akademisi Universitas Tadulako (Untad), Dr. Ir. Sagaf MP, di Palu, Selasa, 1 Oktober 2019.

Menurutnya, kalaupun kemudian aksi demontrasi berujung anarkis, dipastikan karena diprovokasi oknum yang bukan dari kalangan mahasiswa. Dinilai ada oknum yang dengan sengaja memanfaatkan momentum untuk membenturkan mahasiswa dengan aparat keamanan.

Dr Sagaf yang juga selaku Wakil Rektor Untad Bidang Kemahasiswaan mengaku selalu mengingatkan mahasiswa agar waspada terhadap penyusup yang ingin menunggangi aksi demo. Mahasiswa harus hati-hati saat melakukan aksi demo karena rentan disusupi pihak-pihak tertentu yang menginginkan kekacauan.

“Kami aktif menjalin komunikasi dan koordinasi ke pihak Polda melalui Kabid Humas dan pihak Polres melalui Kapolres dan intel. Tujuannya agar saling memahami tugas dan tanggungjawab dalam meminimalisir tindakan-tindakan yang merugikan,” ucap Sagaf.

Dia menambahkan yang terpenting harus dipahami mahasiswa yaitu substansi tuntutan yang disampaikan melalui aksi demo. Mahasiswa harus paham dan mengerti isi tuntutan yang diperjuangkan.

Sebelumnya, Sagaf mengajak mahasiswa harus ikut serta menjaga keutuhan Pancasila sebagai salah satu pilar berbangsa dan bernegara. Hal ini disampaikan saat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019.

“Kami sebagai pimpinan dan sebagai orangtua senantiasa memberikan pengetahuan, pengertian, dan mengingatkan mahasiswa terkait filosofi Pancasila dalam berbangsa bernegara,” kata Sagaf.

Dia mengatakan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dimaknai bahwasanya Pancasila sampai saat ini sakti dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Itu terbukti bangsa tumbuh dan berkembang sesuai cita-cita para proklamator.

Menurut Sagaf, sudah menjadi kewajibannya dan segenap pimpinan Universitas Tadulako untuk mengingatkan mahasiswa agar turut menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tahu mahasiswa sekarang lahir di zaman kemerdekaan yang tidak merasakan bagaimana mempertahankan Pancasila sebagai perekat keutuhan berbangsa dan bernegara,” tandas Sagaf.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas