• Tiga Pendatang Baru, Empat Petahana

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Mahkamah Agung, Hatta Ali, memimpin 575 anggota DPR RI periode 2019-2024 dalam pengucapan sumpah dan janji, Selasa 1 Oktober 2019. Dari 575 legislator itu, tujuh diantaranya berasal dari Sulawesi Tengah yakni Ahmad Hi Ali, Muhiddin Said, Supratman Andi Agtas, Anwar Hafid, Matindas Janus Rumambi, Sarifuddin Sudding dan Sakinah Aljufri.

Dari tujuh anggota dewan asal Sulteng itu, tiga di antaranya pendatang baru sementara empat lainnya merupakan petahana. Ahmad Hi Ali menjadi anggota dewan RI Dapil Sulteng dengan perolehan suara terbesar yakni 152.270 suara. Perolehan itu sekaligus memecahkan rekor partai Golkar yang selalu meraih kursi pertama dari Sulteng. Ahmad Ali terpilih kembali untuk periode kedua melalui partai Nasdem. Didapuk sebagai Bendahara umum Nasdem, Ahmad Ali disebut sebagai satu-satunya putra Sulteng asal Kabupeten Morowali yang mempunyai akses “jalan tol” ke istana.

Muhiddin said menjadi anggota DPR RI paling senior dari Sulteng. Periode 2019-2024, Muhiddin Said terpilih untuk periode keenam. Tokoh politik senior Golkar ini tidak tergantikan di tubuh partai berlambang pohon beringin, meskipun komposisi caleg yang diusung Golkar lalu diprediksi mengancam posisi Muhiddin Said, namun nyatanya Muhiddin mampu meraih 94.779 suara dan menjadi peraih suara tebesar dari Golkar.

Begitupula Supratman Andi Agtas, posisinya sebagai ketua Badan Legislasi (Banleg) DPR RI 2014-2019 semakin menambah daya tawarnya kepada masyarakat. Kerap kali muncul di televisi, Supratman menunjukkan kualitasnnya sebagai ketua Banleg, hal itu memberikan nilai positif pada pencalonannya untuk periode kedua. pada Voting day April 2019, Supratman yang diusung partai Gerindra meraih 71.234 suara.

Sedangkan Sarifuddin Sudding untuk kali ketiga mampu mengamankan dirinya sebagai salah satu peraih suara terbanyak dari Sulteng. Sempat keteteran diawal akibat konflik iternal partai, Sudding kemudian mendapatkan statusnya sebagai anggota dewan setelah pindah ke PAN. Torehan 36.670 suara mampu mengantarkannya kembali kesenayan. Pria asal Sulawesi Selatan yang menikahi wanita dari Kabupaten Tolitoli masih tangguh untuk digoyahkan diinternal PAN, walaupun kepindahannya di PAN baru seumur jagung jelang pemilihan.

Selain empat petahana itu, terdapat tiga wajah baru di DPR RI dari Dapil Sulteng. Nama mantan bupati Morowali dua periode, Anwar Hafid, salah satu wajah baru DPR RI. Meskipun baru berkecimpung dipemilihan legislatif, tetapi Anwar Hafid merupakan tokoh politik di Sulteng. Berstatus sebagai Ketua DPD Demokrat Sulteng, Anwar Hafid sedari awal diprediksi dengan mudah melanggeng ke gedung kura-kura. Terbukti dengan perolehan 57.437 suara memuluskan jalannya ke senayan.

Begitupan dengan Matindas Janus Rumambi. Politikus PDIP ini mampu mengalahkan politikus senior Rendy Lamadjido. Status Rendi sebagai petanaha empat periode, tidak menggetarkan Matindas bertarung ke DPR RI. Bermodalkan pengalaman sebagai anggota DPRD Sulteng, Matindas mampu mengambil alih kursi DPR RI dari Rendi Lamadjido. Raihan suara 61.120 membuktikan bahwa Sekretaris DPD PDIP Sulteng itu memiliki kekuatan politik yang mengakar.

Sakinah Aljufri menjadi nama yang paling terakhir lolos ke senayan setelah menduduki peringkat ketujuh. Tidak mulus jalan Sakinah mengamankan kursi anggota dewan. Pasalnya, sebagai penghuni kursi terakhir, kemenangan Sakinah sempat diuji oleh PKB di Mahkamah Konstitusi. Perdedaan 108 suara dengan PKB, sedikit menggoyang posisi Sakinah sebelum akhirnya MK memutuskan kemenangan itu kepadanya.

Sebagai cucu pendiri Alkhairaat, Sayyed Idrus Bin Salim Aljusfri (Guru Tua) Sakinah Aljufri tidak asing didunia politik. Pada Pemilu 2014, Sakinah pernah menjadi caleg untuk DPRD Sulteng dari Dapil Donggala-Sigi, meskipun saat itu kemenangan tidak berpihak kepadanya. Keputusannya bertarung untuk DPR RI tahun 2019, berbuah manis setelah status anggota dewan diberikan kepadanya kemarin usai pengucapan sumpah janji.

Sebagai wakil rakyat dari Sulteng, banyak pekerjaan besar menunggu mereka. Apalagi Sulteng baru mengenang satu tahun pasca bencana alam, dimana masih banyak persoalan yang dihadapi masyarakat. Peran tujuh orang wakil rakyat itu, sangat dinanti untuk masa depan Sulteng kedepan.

Reporter: Elwin Kandabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas