INSPEKTUR UPACARA - Wakil Rektor Untad Bidang Umum dan Keuangan, Dr Muhammad Nur Ali bertindak sebagai inspektur upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Rektorat Untad, Selasa, 1 Oktober 2019. (Foto: Dok Humas Untad)

Palu, Metrosulawesi.id – Civitas Universitas Tadulako (Untad) memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Palu, Selasa, 1 Oktober 2019. Hari Kesaktian Pancasila diperingati melalui upacara yang diinspekturi oleh Wakil Rektor Untad Bidang Umum dan Keuangan, Dr Muhammad Nur Ali M.Sc.

Nur Ali mengungkapkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila merupakan bagian dari sejarah pergerakan bangsa yang tidak bisa dipisahkan dari peristiwa 30 September. Pancasila sebagai pilar negara akan terus menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Wakil Rektor Untad Bidang Kemahasiswaan, Dr Ir Sagaf MP, mengatakan mahasiswa harus ikut serta menjaga keutuhan Pancasila sebagai salah satu pilar berbangsa dan bernegara.

“Kami sebagai pimpinan dan sebagai orangtua senantiasa memberikan pengetahuan, pengertian, dan mengingatkan mahasiswa terkait filosofi Pancasila dalam berbangsa bernegara,” ucap Sagaf.

Dia mengatakan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus dimaknai bahwasanya Pancasila sampai saat ini sakti dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Itu terbukti bangsa tumbuh dan berkembang sesuai cita-cita para proklamator.

Menurut Sagaf, sudah menjadi kewajibannya dan segenap pimpinan Universitas Tadulako untuk mengingatkan mahasiswa agar turut menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita tahu mahasiswa sekarang lahir di zaman kemerdekaan yang tidak merasakan bagaimana mempertahankan Pancasila sebagai perekat keutuhan berbangsa dan bernegara,” tandas Sagaf.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun mengusung tema, “Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia”. Seperti diektahui, Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965 faktanya erat berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S).

Tragedi ini merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno dan mengubah Indonesia dari negara berdasarkan Pancasila menjadi negara komunis. Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna sebagai hari perkabungan nasional karena adanya tragedi penculikan dan pembunuhan yang dikenal dengan peristiwa G30S. Tak hanya itu pasca tragedi itu, terjadi pembersihan semua unsur pemerintahan dari pengaruh PKI mulai dari angota organisasi hingga simpatisan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas