Kepala BPS Sulteng, Faizal Anwar saat memaparkan data strategis bulanan BPS di Kantor BPS Sulteng Jalan Muhammad Yamin Kota Palu, Selasa (1/10/2019). (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat Kota Palu pada September 2019 mengalami deflasi dengan presentase 0,35 persen.

Hal itu dikatakan Kepala BPS Sulteng, Faizal Anwar saat melakukan video conferences (Vicon) data strategis BPS di Kantor BPS Sulteng Jalan Muhammad Yamin Kota Palu, Selasa (1/10/2019).

Dirinya berharap, deflasi pada september jadi angka optimis terhadap target pemerintah pada 2019 yakni 3,5 persen karena telah menekan angka inflasi tahun kalender menjadi 1,40 persen dari sebelumnya 1,75 persen.

“Harapannya, bahwa kita deflasi saat ini 0,35 persen, mudah-mudahan tiga bulan terkahir kita bisa menahan inflasi ini sehingga target pemerintah yang 3,5 persen bisa tercapai,” tutur Faizal Anwar.

Menurut Faizal, deflasi sebesar 0,35 persen dipengaruhi oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar masing-masing sebesar 3,60 persen dan 0,13 persen.

Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami kenaikan indeks harga sebesar 1,45 persen, diikuti oleh kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,27 persen, sandang 1,24 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,28 persen, serta sektor kesehatan 0,22 persen.

“Kalau kita menghitung positif dan negatifnya, andil negatif terjadi pada kelompok pengeluaran bahan makanan serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar masing-masing sebesar 0,77 persen dan 0,03 persen,” tuturnya.

“Positif disumbangkan oleh kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,22 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,09 persen, kelompok sandang sebesar 0,07 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,06 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen,” sambungnya.

Sementara dari 82 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 70 kota mengalami deflasi dan 12 kota mengalami inflasi.
Deflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,94 persen dan terendah di Kota Surabaya sebesar 0,02 persen.

Kota Meulaboh mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,91 persen, sementara Kota Watampone dan Palopo mengalami inflasi terendah sebesar 0,01 persen. Sedangkan, Kota Palu menempati urutan ke-8 deflasi tertinggi dikawasan Sulampua dan urutan ke-31 secara Nasional.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas