RAPAT EVALUASI - Gubernur H Lonki Djanggola saat rapat evaluasi bidang infrastruktur penanggulangan bencana Sulawesi Tengah bersama Satgas PUPR Arie Sutiadi, Kepala Balai PUPR, dan Perwakilan Jica di Palu, Sabtu, 28 September 2019. (Foto: Humas)
  • Longki: Balaroa-Petobo Jadi Memorial Park

Palu, Metrosualwesi.id – Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola, mengungkapkan sampais saat ini lokasi likufaksi Balaroa dan Petobo tetap akan dijadikan memorial park atau ruang terbuka hijau sesuai dengan keputusan bersama.

“Saya mengharapkan agar terus kita pastikan pemulihan dampak bencana dapat dipercepat seluruh pelaksanaannya agar masyarakat yang terdampak dapat segera mendapatkan kepastian,” ujar Longki saat rapat evaluasi bidang  infrastruktur penanggulangan bencana Sulawesi Tengah  bersama Satgas PUPR Arie Sutiadi, Kepala Balai PUPR, dan Perwakilan Jica di Palu, Sabtu, 28 September 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Arie memaparkan progres penanganan dampak bencana Sulawesi Tengah dibidang jalan, sungai dan bidang cipta karya. Menurut Arie, pekerjaan beberapa ruas jalan sudah berjalan sesuai dengan progres, demikian juga rencana pembangunan tanggul laut saat ini menunggu Amdal. Sementara pembangunan jembatan IV Palu sudah proses desain dan direncanakan pembangunan tanggul laut didesain menjadi kawasan tangguh bencana.

Sebelumnya, gubernur mengungkapkan apabila tidak ada perubahan, rekontruksi fisik pemulihan dampak bencana sudah akan dimulai pada tahun 2020 mendatang. Pemprov Sulteng berkoordinasi dengan Pemkot dan Pemkab terdampak bencana mulai melakukan proses tender terhadap sejumlah fasilitas umum yang akan dibangun kembali.

Diungkapkan pula kebijakan yang ditetapkan untuk pemulihan dampak bencana Sulteng yaitu pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di sejumlah titik. Penyediaan Jaminan hidup (Jadup) kepada masyarakat terdampak yang berada di Huntara.

Saat ini pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus melakukan pendataan untuk menyesuaikan jumlah Hunian Tetap (Huntap) yang akan dibangun. Adapun sebagian Huntap yang telah siap ditempati berada di Tondo dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.

Gubernur memastikan bagi masyarakat yang akan direlokasi ke Huntap akan diberikan sertipikat hak milik. Sertipikat itu diberikan sebagai pengganti tanah/lahan rumah sebelumnya yang tidak bisa lagi di tempati.

Selanjutnya pemberian stimulan kepada masyarakat yang huniannya terdampak dengan kategori rusak berat, sedang dan rusak ringan. Pemerintah juga kata Longki telah menyalurkan sebagian dana santunan duka bagi korban meninggal dunia. Kemudian melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur fasilitas umum dan fasilita sosial.

“Kami terus berjuang ke pemerintah pusat agar semua hak-hak masyarakat bisa terpenuhi. Saya berharap masyarakat bersabar menunggu karena banyak proses yang memang harus dilalui dalam masa pemulihan ini,” tandas Longki.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas