Dr. Hatija Yahya. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Hatija Yahya mengungkapkan, ada tiga SMK di Sulawesi Tengah yang telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1).

“Tiga SMK itu adalah SMK Negeri 2 Palu, SMKN 3 Palu, dan SMKN 1 Tolitoli. Tiga sekolah ini telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai penyelenggara LSP P1,” kata Hatija di ruang kerjanya, Jumat, 27 September 2019.

Menurut Hatija, tiga SMK ini sudah boleh melakukan pengujian terkait kompetensi siswa yang ada di sekolahnya. “Selain itu kami juga tengah melakukan persiapan agar kita bisa memiliki LSP P3, sehingga kita bisa menguji kompetensi guru-guru di SMK,” ungkapnya.

Hatija mengatakan, LSP P1 ini baru ditetapkan tahun lalu, maka pada 2019 ini melalui bidang Pembinaan SMK (PSMK) memberikan beasiswa uji kompetensi kepada kurang lebih 250 siswa dari lima bidang kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi kompeten.

“Beasiswa itu ditetapkan kepada SMKN 3 Palu dengan mengujikan tiga kompetensi, kemudian di Bisnis Manajemen dilaksanakan oleh SMKN 2 Palu. Selain itu SMKN 3 Palu juga ditetapkan oleh instansi terkait di Makassar untuk uji kompetensi terkait sertifikasi jasa konstruksi, khususnya bangunan,” jelasnya.

Hatija berharap,  SMK lain melakukan hal sama secara mandiri, tidak hanya bertumpu terhadap beasiswa yang diberikan oleh bidangnya.

“Sertifikat kompeten yang dikeluarkan oleh BNSP tentunya berlogo Garuda, sehingga peserta didik yang mengikuti uji kompetensi ini betul-betul dipersiapkan oleh sekolah, agar kita tidak sia-sia mengikutkan mereka, jangan sampai mereka tidak kompeten,” ujarnya.

Hatija mengatakan, dengan adanya sertifikat kompeten itu menjadi modal siswa untuk memasuki dunia kerja.

“Saya yakin dan percaya jika sertifikat kompeten itu dimiliki oleh siswa tidak bisa disetarakan dengan S1, karena dunia usaha dan industri itu mencari orang-orang yang berkompeten, bukan orang yang berkualifikasi,” ungkapnya.

“Jurusan yang di uji kompetensikan adalah Tenik Komputer dan Jaringan (TKJ), Bisnis Manajemen, Instalasi Tenga Listrik, dan Pariwisata. Kami sebenarnya berharap peran orang tua untuk mendorong anak-anaknya mampu mengikuti uji kompetensi, sehingga tidak hanya ijazah lulusan SMK secara formal yang mereka dapatkan pada saat selesai mengikuti pendidikan tiga tahun di SMK, tetapi lulusan SMK kami harap memiliki sertifikat kompeten yang dikeluarkan oleh BNSP,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas