Home Palu

15 SD di Kota Palu Ikut Lomba Seni Siswa Terdampak Bencana

313
Peserta lomba menyanyi lagu-lagu perjuangan dalam lomba seni anak-anak terdampak bencana tingkat SD/MI se Kota Palu, yang digelar UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, Jumat, 27 September 2019. (Foto: Syahril Hantono/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Memperingati Hari Museum Nasional tahun 2019, UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng menggelar lomba seni anak-anak terdampak bencana tingkat SD/MI se Kota Palu, Jumat, 27 September 2019. Diikuti sebanyak 15 SD/MI kegiatan itu dibuka Kadis Dikbud Sulteng H Irwan Lahace dihadiri Kepala UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, Sri Ramlahsari, Staf Ahli Gubernur Hj Siti Norma Mardjanu, Ketua Dewan Kesenian Sulteng (DKST) serta sejumlah pejabat pemerintah provinsi dan Kota Palu.

Adapun yang dilombakan yakni menyani, baca puisi, dan peragaan busana. Usai pembukaan kemarin (27/9) langsung dimulai lomba baca puisi. Sesuai dengan tema kegiatan, puisi yang dibacakan dalam lomba baca puisi bertema bencana yang terjadi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Dongala (Pasigala).

Di hapan tiga orang juri, peserta membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Para penonton yang umumnya siswa dan guru tampak terbawa perasaan mendengar puisi yang dibacakan.

Sedangkan pada bidang lomba menyanyi, dibawakan secara berkelompok atau grup. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu perjuangan yang membangkitkan nasionalisme. Sementara untuk lomba peragaan busana akan dilombakan pada hari Minggu, 29 September 2019.

Kadis Dikbud Sulteng H Irwan Lahace dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang digelar UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng. Menurutnya, selain untuk memperingati Hari Museum Nasional, lomba-lomba khusus anak-anak terdampak bencana sangat penting karena menjadi bagian dari trauma healing bagi siswa yang merasakan dampak bencana pada 28 September 2018 lalu.

Di bagian lain Irwan Lahace mengatakan pemerintah mendukung setiap upaya pengembangan diri dan talenta siswa. Karena itu menjadi bagian dari penyiapan generasi bangsa yang berkualitas, memiliki bakat di berbagai bidang dan berakhlak mulia.

Terkait dengan peringatan Hari Museum Nasional, Irwan Lahace mengajak para siswa untuk menyempatkan diri mengunjungi Museum Sulawesi Tengah.

‘’Mengunjungi museum dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang kebudayaan daerah,’’ katanya.

Selain itu, mengunjungi museum dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan kebangsaan.

‘’Hal ini tentu sangat penting sehingga generasi muda akan selalu mengingat sejarah dan memiliki rasa cinta yang besar pada bangsanya,’’ katanya.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas