MELANGGAR IZIN - Petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu mengamankan delapan orang WNA asal China hasil pengawasan selama empat hari mulai 4 September. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Sunaryo, mengungkapkan dalam waktu dekat akan kembali melakukan deportasi terhadap tiga orang Warga Negara Asing (WNA) asal China.

“Kemungkinan bulan ini kita akan melakukan deportasi lagi, saat ini sedang dalam pendalaman,” ungkap Sunaryo kepada Metrosulawesi, Senin, 9 September 2019.

Dia menjelaskan WNA yang akan dideportasi tersebut terindikasi menyalahgunakan izin tinggal. Hal ini terungkap hasil pengawasan keimigrasian terhadap orang asing yang berada di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, selama empat hari mulai 4 September 2019.

Pengawasan itu berkat adanya informasi dari masyarakat melalui Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tentang keberadaan WNA yang berada di wilayah tersebut. Tim pengawasan dipimpin oleh Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian, Adam Setiawan langsung menuju tempat tersebut untuk melakukan pemantauan.

Setelah dilakukan pemeriksaan benar adanya orang asing sebanyak delapan orang WNA China yang berada di kawasan tersebut. Ketika petugas menanyakan perihal dokumen perjalanan, hanya satu orang yang dapat menunjukkan, sedangkan lainnya tanpa dilengkapi dokumen.

WNA tersebut diduga melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal yang dimiliki. Petugas kemudian membawa ke Kantor Imigrasi untuk dilakukan pemeriksaan. Sunaryo mengatakan, sesampainya di Palu, para WNA tersebut dapat menunjukkan dokumen (paspor) setelah diantarkan teman-temannya.

“Tapi tetap ada tiga orang kemungkinan melakukan penyalahgunaan izin tinggal. Izin yang dimiliki izin tinggal kunjungan tapi digunakan untuk kerja. Ini yang sedang kami dalami sebelum dilakukan deportasi,” ujarnya.

“Tiga WNA yang akan kami deportasi itu saat ini berada di Palu dalam pengawasan petugas kami,” tambah Sunaryo.

Sunaryo menuturkan, belum lama ini Kantor Imigrasi Palu juga telah mendeportasi dua orang WNA. WNA tersebut terbukti melakukan penyalahgunaan izin tinggal yang bekerja di salah satu perusahaan di Pantoloan Palu.

“Kami deportasi dua WNA asal China bulan Agustus kemarin karena penyalahgunaan izin tinggal,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas