Anggota DPRD terpilih Kota Palu, Mutmainah Korona ikut aksi penanaman pohon mangrove di pesisir Pantai Bamba, Kelurahan Panau, Kota Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id –  Sebanyak 100  bibit tanaman mangrove ditanam di sepanjang Pantai  Bamba, Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Senin 9 September 2019 sore. Anggota DPRD Kota Palu terpilih, Mutmainah Korona mengapresiasi kegiatan tersebut dan ikut menanam  pohon mangrove.

Selain mencegah abrasi, sudah banyak terbukti jika mangrove memiliki manfaat yang sangat potensial untuk masyarakat.

“Penanaman mangrove memang sangat penting dilakukan, pasalnya mangrove memiliki segudang manfaat yang diantaranya adalah sebagai pelindung erosi  dan abrasi air laut, penyimpan karbon, serta sebagai mitigasi bencana,” terang Mutmainah.

Anggota DPRD Palu dari Partai NasDem ini, mengaku sebagai  anggota gerakan terhadap lingkungan yang berada di wilayah tersebut, juga ikut menjadi korban gempa bumi dan tsunami  28 September 2018 silam.

“Sesuai janji dan komitmen saya,  bagaimana memperjuangkan mitigasi bencana ke depan akan menjadi bagian penting untuk Kota Palu,” ujar Mutmainah.

Salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Mutmainah yang akrab disapa Neng, yakni dengan mendengarkan aspirasi suara masyarakat khususnya kaum perempuan, terutama bagi korban bencana alam yang berada di pesisir pantai di Kota Palu.

“Sebetulnya ini adalah bagian simbol dari salah satu penolakan terkait adanya pembangunan yang tidak melibatkan masyarakat. Nanti di parlemen kita akan melakukan pengecekan,” ungkap Neng.

Anggota DPRD PAlu dari dapil Palu Utara ini berharap,  pohon-pohon yang ditanam tersebut bisa tumbuh dengan baik. Apabila nanti pohon-pohon itu tumbuh besar, tentunya akan menahan bibir pantai dari abrasi. Kawasan di pesisir pantai  perlu penghijauan hutan bakau karena dekat pemukiman penduduk.

“Kegiatan ini  kami katakan sebagai gerakan sedekah bumi. Kegiatan ini bukan hanya sekadar menanam pohon Mangrove. Wilayah pesisir pantai Bamba Kelurahan Panau merupakan binaan kami dari Sikola Mombine. Apalagi, sesuai data BNPB kurang lebih sekitar 20_an orang menjadi korban, terutama perempuan dan anak-anak,” tutupnya (*)

Reporter: Fikri Alihana

Ayo tulis komentar cerdas