Reno Rahargono. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Hampir setahun bencana yang melanda Palu dan sekitarnya. Kurang lebih sedikitnya ratusan debitur dari PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Palu telah melakukan pengajuan kredit kembali.

Hal ini disampaikan langsung oleh Pimpinan BTN Cabang Palu, Reno Rahargono saat ditemui Metrosulawesi di kantornya Jalan Jenderal Soedirman Kota Palu, Jumat (6/9/2019).

Ia menilai kredit perumahan rakyat (KPR) telah direalisasikan sejak awal tahun terhitung mulai Januari – Agustus 2019. Menurutnya, secara ketentuan dan perizinan di lokasi tersebut memang sudah diberi wewenang untuk mendirikan bangunan.

“Tapi itu khusus untuk di wilayah zona aman yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan Izin mendirikan bangunan (IMB) sudah dikeluarkan,” katanya.

Sementara itu, kata dia, debitur yang terdampak bencana sampai saat ini masih ada yang mulai melakukan pembayaran. Disamping itu, pihaknya tetap mengacu pada kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Sebagian dari debitur jatuh tempo pembayaran. Mereka juga mengandalkan restrukturisasi ada yang enam bulan, 1 tahun dan bahkan sampai 2 tahun,”jelas Reno.

Dikatakannya, dibandingkan dengan sebelum bencana dan pascabencana sangat jauh menurun hanya sekitar 480 atau 60 unit rumah dalam sebulan.

“Kalau ketentuan KPR yang macet karena bencana itu mendapat perlakuan khusus. Untuk kolektibilitasnya ditetapkan lancar oleh otoritas sesuai dengan rekomendasi pemerintah,” katanya.

Sedangkan, unit yang dinyatakan hilang akibat bencana, lanjut Reno, saat ini masuk dalam inventarisir dan telah dilaporkan ke pihak BTN pusat terkait hal tersebut untuk langkah selanjutnya.

“Namun, sampai dengan hari ini kita masih menunggu keputusan dari kantor di Jakarta. Sebenarnya terkait kredit macet juga bisa dilihat datanya di Bank Indonesia (BI),” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas