Home Ekonomi

Pascabencana, Askrida Realisasikan Klaim Kerugian Rp30 Miliar

289
Affandi Abdul Hafid. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Asuransi Bangun Askrida Perwakilan Palu telah merealisasikan total kerugian daerah senilai Rp30 miliar pascabencana alam gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi yang melanda Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong (Padagimo) 28 September 2018 lalu.

Pimpinan Askrida Cabang Palu, Affandi Abdul Hafid menyampaikan jumlah klaim asuransi untuk secara detail seperti kantor gubernur sebesar Rp14 miliar. Kemudian, gedung kantor Walikota Palu sekitar Rp2,2 miliar.

Lanjut dia, sedangkan untuk kantor Bank Sulteng sekitar Rp1,1 miliar. Sementara itu, rumah nasabah yang mengambil kredit di Bank perkreditan rakyat (BPR) Palu Lokadana senilai Rp800 juta. Ditambah lagi nasabah yang meninggal dunia akibat bencana Rp12 miliar.

“Jadi, kalau berdasarkan data kita ada beberapa nasabah, pertama dari pihak pemerintah daerah terutama gedung kantor gubernur, kantor Bank Sulteng dan kantor Walikota Palu, maupun nasabah kredit usaha yang ada di BPR masuk dalam penggantian asuransi kami,” terangnya, Jumat (6/9/2019).

Sedangkan, pihak PT Asuransi Bangun Askrida telah melakukan pembayaran enam bulan pascabencana. Ia mengatakan besar premi yang menjadi sasaran target pada 2019 ini sekitar Rp110 miliar.

“Itu tergantung lagi dari pencapaiannya berapa. Inikan baru masuk Triwulan lll 2019. Jadi, sampai saat ini belum bisa kita pastikan apa yang telah dicapai,” ungkapnya.

Menurutnya, siklus premi dari pencapaian yang terbilang baik adalah pada Triwulan ll 2019. Ia mengungkapkan hal ini sesuai perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak sumber bisnis.

“Untuk mobil kami tidak cover akibat bencana, kecuali kecelakaan yang dialami peserta asuransi. Dan hampir tiap tahun otomatis kami berikan keuntungan atau pembagian dividen ke pemerintah daerah, itu semua tergantung lagi dari laba maupun rapat umum tahunan,” ucap Affandi.

Tahun 2018, pihaknya memberikan Rp700 juta kepada pemerintah provinsi Sulawesi Tengah. Sedangkan, tahun 2019 berdasarkan laba hanya sekitar 400 juta.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas