Ilustrasi pelaku tindak kejahatan. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id –  Sat Reskrim Polres Palu, berhasil mengungkap dan mengamankan seorang pria diduga merupakan terduga pelaku kasus cabul terhadap anak dibawah umur.

Kasat Reskrim AKP Esti Prasetyo Hadi, SH, S.IK, saat di temui di Mapolres Palu, Senin 2 September 2019, mengatakan  penangkapan terhadap pelaku yang brinisial ABT alias Aziz (56), berawal pada Sabtu 31 Agustsus 2019, unit Perlindungan Oeremouan dan Anak (PPA) Polres Palu, menerima laporan polisi tentang tindak pidana persetubuhan  terhadap anak dibawah umur berdasarkan laporan polisi nomor LP-B/807/VIII/2019/Sulteng/Res Palu.

“Untuk identitas korbanya kami samarkan, yakni Melati (15), warga kota Palu, dan pelakunya inisial ABT aliat Aziz(56), warga Palu Barat, yang dilaporkan oleh keluarga korban,” ucapnya.

Hadi mengatakan modus perbuatan pelaku dalam melancarkan aksinya sekitar bulan Desember 2018, kala itu mengenal teman korban dan meminta dicarikan anak yang mau berhubungan badan dengan dirinya. Dari situlah awal perkenalan pelaku dan korban.

“Korban di kenalkan oleh temannya sendiri yang berinisial IR dan TR kepada pelaku. Saat itu pelaku mencarikan anak-anak yang  mau dibayar untuk disetubuhi, dan pada awalnya korban tidak mau untuk diajak bersetubuh, namun pelaku selalu mendatangi teman korban dan mengatakan bahwa pelaku akan membayar berapapun asal korban mau untuk melayaninya,” paparnya.

“Karena desakan pelaku itulah, teman korban IR dan TR, terus menyampaikan ke korban hingga korban mau melayani nafsu pelaku, yang mana saat itu korban meminta kepada temannya untuk mengantarnya ke tempat pelaku,” tambah Hadi.

Sehingga, papar Hadi, pada saat itulah terjadi persetubuhan yang pertama kalinya antara pelaku dengan korban, dan korban diberikan uang oleh pelaku sebanyak Rp450 ribu.

“Setelah itu korban beberapa kali datang lagi menemui pelaku dengan diantar oleh teman-temannya dan melakukan persetubuhan dengan pelaku sampai terakhir kali sekitar awal bulan Agustus 2019,” katanya.

Kasat Reskrim juga mengatakan dari keterangan korban pelaku melakukan hubungan suami istri tersebut sebanyak kurang lebih delapan kali, dan selalu memberikan uang kepada korban.

“Kasus ini sementara dikembangkan, pelaku telah diamankan, dan pasal yang dipersangkakan yakni pasal 81 ayat (2)  UU RI NO. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang,” tegasnya.

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas