Prof Jasrudin. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Sulawesi Tengah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendorong kemajuan perguruan tinggi (PT) swasta yang diperkuat dengan Perda.

“Saat ini perguruan tinggi swasta di Sulawesi tidak ada yang masuk dalam perangkingan 100 besar,” ungkap Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah IX Sulawesi, Prof Jasrudin di Palu, Minggu, 1 September 2019.

Dia menerangkan, untuk Sulawesi total ada 345 perguruan tinggi swasta dan 34 diantaranya berada di Sulteng. Tercatat jumlah dosen PT swasta 1.500 orang dengan total mahasiswa 3.360 orang. Olehnya sangat perlu mendapatkan dukungan dari Pemda dan para anggota legislator di daerah ini.

Prof Jasrudin mengungkapkan pemerintah telah menetapkan aturan baru penilaian perguruan tinggi berdasarkan output  25 persen dan outcome 35 persen. Hal ini menyebabkan skor perguruan tinggi swasta di Sulawesi masih rendah.

“Mengapa demikian? Yang pertama karena akreditas kita masih rendah. Dan yang paling banyak karena lupa mengisi alumni kita yang sudah bekerja kurang dari enam bulan setelah wisuda. Padahal ini bobot penilaian yang paling tinggi skornya,” ucapnya.

Dia kembali menegaskan perguruan tinggi se Sulawesi Tengah harus mendapat dukungan dari pihak-pihak terkait, khususnya Pemda. Pemda dan DPRD harus membuat Perda yang mengatur pengalokasian anggaran minimal 10 persen untuk pengembangan pergutuan tinggi.

“Paling tidak 10 persen dari uang yang dihasilkan perguruan tinggi dari mahasiswa di daerah harus dikembalikan untuk pengembangan,” tandas Prof Jasrudin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas