BANGUN RS - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Rusli Baco Dg Palabi (kanan) dan sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Siti Fadilah Supari, di Palu, Ahad 1 September 2019. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Organisasi masyarakat Muhammadiyah berkomitmen ikut membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pemulihan bencana di Kota Palu, Kabupaten, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Kami berusaha untuk bersama-sama berbagi dan peduli ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah dan ini masih bagian kecil dari kami,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nashir saat meninjau program pemulihan bencana di Sirenja, Kabupaten Donggala, Sabtu 31 Agustus 2019.

Menurut dia, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat di tanah air memiliki peran dan tanggung jawab ikut membantu pemulihan bencana di berbagai daerah termasuk Sulawesi Tengah.

Pemulihan pascagempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Sidi dan Donggal, Muhammadiya melibatkan elemen internal beserta lembaga mitra mereka diantaranya Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Aisyiyah, Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Majelis Kesehajteraan Umat dan Lazismu.

Sejak awal musibah menimpa Sulawesi Tengah, kata dia, pihaknya telah bergerak membentuk program penanggulangan bencana di tiga daerah terdampak parah.

“Ikhtiar Muhammadiyah dengan semangat berbagi, peduli dan kebersamaan tidak hanya menjadi teori melainkan ada praktek nyata,” ujar Haedar.

Pada program kebencanaan, Muhammadiyah melalui MDMC telah membangun sekitar 182 bilik hunian sementara termasuk program pemulihan ekonomi dengan bantuan perahu untuk nelayan setempat sekitar 189 perahu beserta 250 mesin bekerja sama dengan Solidar Swiss.

Wakil Ketua MDMC Rahmawati Husaein mengemukakan, pihaknya akan melaksanakan program lanjutan hingga Juli 2020 berupa bantuan tunai pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak kepada 1.300 Kepala Keluarga bersama lembaga mitra mereka.

“Dengan bantuan ini kami ingin perekonomian warga terdampak bencana dapat semakin berangsur pulih agar mereka bisa hidup mandiri,” harapnya.

KH Haedar Nashir didampingi Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini beserta rombongan selain meninjau program pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi di Donggala juga meninjau pengungsi korban gempa dan tsunami di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeili, Kota Palu.

RS PKU Muhammadiyah

Kemarin, Ketua Umum PP Muhammadiyah itu juga meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Siti Fadilah Supari di Palu. Dia berharap rumah sakit yang dibangun oleh Pembinaan Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah itu menjadi salah satu pusat pelayanan kesehatan unggul di provinsi itu.

“Bantuan berbagai amal usaha sudah menjadi komitmen Muhammadiyah ikut terlibat menyejahterakan, mencerdaskan, dan memajukan masyarakat,” katanya saat peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Siti Fadilah Supari di Palu.

Selain pembangunan rumah sakit PKU Muhammadiyah, pihaknya juga membangun sejumlah sarana dan prasarana untuk kepentingan kesejahteraan umat. Diantaranya adalah Gedung Fakultas Agama Islam, Gedung Amal Usaha PW Aisyiyah, Masjid Raudhahtul Jannah Ranting Maesa, dan Gedung IKA Unismuh Palu.

“Ini merupakan bentuk tanggungjawab kami kepada masyarakat. Bantuan ini juga amal usaha sudah dan menjadi komitmen Muhammadiyah ikut terlibat menyejahterakan, mencerdaskan, dan memajukan masyarakat,” katanya.
 
Ia menuturkan bahwa PKU Muhammadiyah hadir untuk siapapun yang membutuhkan. menyampaikan, sudah menjadi tanggung jawab organisasi Muhammadiyah untuk tidak hanya sekadar membantu pada saat pasca bencana, tetapi juga dalam pemulihan di kota Palu, Sigi, dan Donggala.

“Tidak hanya Palu bangkit, namun Muhammadiyah juga ingin menghadirkan Palu bangkit berkemajuan. Ini adalah hal positif sehingga kami yakin RS Siti Fadilah Supari PKU Muhammadiyah Palu akan bermanfaat untuk masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Rusli Baco Dg Palabi mengatakan pembangunan RS PKU Muhammadiyah Palu sudah pasti menambah jumlah pusat pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah sehingga masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan di samping rumah sakit daerah yang disediakan pemerintah.

“Bagi pemerintah Sulawesi Tengah yang menjadi hal utama adalah pelayanan kesehatan prima bukan justru menyusahkan masyarakat sehingga tujuan kesejahteraan umat benar-benar terpenuhi,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan sarana dan prasarana rumah sakit dengan peralatan medis lengkap serta ditunjang sumber daya manusia memadai menjadi hal penting dalam mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan yang optimal.

“Penyediaan sarana dan prasarana, peralatan, serta sumber daya harus berkesinambungan agar tidak terjadi ketimpangan saat melayani masyarakat,” tutur Rusli.

Sedangkan, Ketua percepatan pembangunan RS Siti Fadilah Supari PKU Muhammadiyah Palu yang juga Rektor Unismuh Palu Rajindra, mengungkapkan bahwa dalam persiapan pendiriannya menyiapkan semua persyaratan yang sesuai dengan peraturan yang ada. RS ini berdiri atas bantuan Ibu Siti Fadillah Supari saat masih menjabat menjadi menteri.

“MDMC sangat cepat dan tepat dalam merespon bencana di Palu. Hingga saat ini MDMC masih hadir dan akan terus mengawal kami hingga RS Siti Fadilah Supari PKU Muhammadiyah Palu beroperasi,” kata Rajindra.(fik/ant)

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas