Trie Iriany Lamakampali. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)
  • Kaltim Jadi Ibu Kota, Sulteng Siap Tambah Pasokan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Trie Iriany Lamakampali, mengungkapkan Sulteng sangat siap menjadi pemasok hasil-hasil pertanian ke Ibu Kota baru, Kalimantan Timur (Kaltim).

“Sebetulnya selama ini hasil pertanian kita seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, banyak yang sudah dipasok ke Kaltim. Sulawesi Tengah memang termasuk provinsi pemasok bahan pangan ke Kalimantan Timur,” ungkap Trie di Palu, Kamis, 29 Agustus 2019.

Dengan pindahnya ibu kota ke Kaltim, menurut Trie merupakan peluang besar bagi Sulteng untuk meningkatkan produksi hasil pertaniannya. Hasil pertanian Sulteng harus bisa menjadi primadona bagi Kaltim.

Dipastikan kebutuhan pangan di Kaltim akan meningkat drastis sesuai pertambahan jumlah penduduk. Trie mengatakan ada sekitar 600 ribu aparatur sipil negara yang digiring ke Kalimantan Timur.

“Ini peluang besar karena kebutuhan pangan di sana akan meningkat. Belum lagi yang pindah ini sebagian besar kelas menengah ke atas. Tentu juga kesadaran akan konsumsi pertanian organik melekat di mereka. Itu berarti ada peluang pasar untuk mengkondisikan kesempatan yang lebih besar hasil-hasil pertanian organik,” ucapnya.

Selain buah dan sayuran, Sulteng juga selama ini kata Trie memasok beras ke Kalimantan Timur. Program peningkatan produksi pertanian akan terus digaungkan diikuti pemberian berbagai bantuan kepada petani.

Meski sebagian Sulteng terdampak bencana, Trie optimistis daerahnya tetap bisa menjadi pemasok. Itu karena kabupaten lainnya masih berproduksi dengan hasil-hasil pertanian yang memuaskan.

Optimisme tersebut didukung dengan sebagian lahan terdampak bencana saat ini telah kembali dimanfaatkan oleh petani. Secara bersamaan pula terus dilakukan perbaikan sarana/prasarana pertanian yang rusak akibat bencana gempa dan likuifaksi.

“Yang rusak ada sekitar 8.000 hektare area irigasi Gumbasa, tapi lahan di sana masih bisa dimanfaatkan menanam komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan di sana,” ujar Trie.

Dia memastikan pemerintah akan terus hadir membantu petani dalam meningkatkan produksi dan hasil pertanian. Bantuan yang akan terus diberikan di antaranya benih, pupuk, jaringan irigasi, jalan-jalan, dan alat pertanian.

Sebelumnya, Trie mengatakan Sulawesi Tengah diberikan target mencetak sawah baru seluas 1.200 hektare. Target ini diberikan Kementerian Pertanian yang harus direalisasikan hingga akhir 2019 mendatang.

“Sekarang sementara berproses, mungkin capaian sudah sekitar 100 hektare lebih, itu sudah bagus sekali,” kata Trie, Selasa, 6 Agustus 2019.

Dia menerangkan target sawah baru tersebut tersebar disejumlah kabupaten se Sulteng terkecuali Sigi. Cetak sawah baru yang sudah terealisasi diantaranya berada di Kabupaten Tolitoli, Buol, Poso, Banggai, dan Parigi Moutong.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas