Suasana pelayanan di Kantor BRI cabang Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Menjelang satu tahun bencana alam yang meluluhlantakkan empat wilayah di Sulawesi Tengah, pihak perbankan harus bersikap selektif dalam menyalurkan kredit ke masyarakat. Salah satunya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Palu.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan BRI Cabang Palu, Wahib Gunadi, Rabu (28/8/2019). Menurutnya, berbicara tentang sektor pertumbuhan belum semua tercover. Artinya, secara teknis masih ada tahap proses selanjutnya.

“Belum semua pengusaha bangkit dari kondisi semula sebelum bencana,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Wahib, melihat potensi bisnis di Sulteng khususnya di tiga wilayah terdampak bencana sangat berpeluang pada kredit konstruksi.

“Dikarenakan pascabencana masuk pada tahap rekonstruksi, banyak pembangunan kembali mulai dari kantor pemerintah, perguruan tinggi, swasta, maupun BUMN,” jelasnya.

Khusus untuk kredit konstruksi, kata Wahib, sangat signifikan pertumbuhannya dan berpotensi diberikan pembiayaan kepada pihak kontraktor yang mengerjakan proyek rekonstruksi.

“Beberapa sektor perdagangan hasil bumi juga terlihat sudah bangkit. Yang mana di Kota Palu merupakan lokasi para pengepul untuk dikirim ke luar daerah mereka produktif pascabencana,” katanya.

Kemudian, permintaan hasil pertambangan seperti pasir dan batu mulai meningkat. Sementara itu, portofolio BRI selama delapan bulan terakhir mengarah ke dua sektor tersebut dan realisasi sekitar Rp50 miliar lebih.

“Sudah menggeliat untuk sektor yang satu ini. Apalagi, dengan adanya tahap rekonstruksi otomatis akan meningkat pesanan dari konsumen,” ujarnya.

“Sekarang banyak proyek yang dikerjakan sementara berjalan. Misalkan, pembangunan sekolah dananya sampai Rp15 miliar, ada lagi Universitas sampai Rp20 miliar,” ucap Wahib.

Reporter: Fikri Alihana

Ayo tulis komentar cerdas