Moh Yasin. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Proses penjaringan calon Dirut PDAM Donggala sudah memasuki tahap akhir yakni fit and propertest. Namun, sampai di tahap akhir ini hanya diikuti oleh satu orang calon saja yakni Ir Aldin J Sinae. Artinya proses penjaringan Dirut PDAM hanya ada calon tunggal saja.

Ketua Timsel penjaringan Dirut PDAM Moh Yasin di kantornya Selasa (27/8/2019) membenarkan bahwa proses penjaringan hanya diikuti satu calon saja.

“Baru saja pagi tadi dilakukan fit bagi calon direktur PDAM, dan memang hanya pak Aldin saja yang mengikutinya,” katanya.

“Kalau cuma satu orang yang ikut itu saja yang kami proses, dan hasilnya kami serahkan ke bupati sebagi user (pemakai),” tegasnya.

Ditambahkannya, selama ini timsel sudah bekerja sesuai aturan yang berlaku. Semua tahapan sudah dilalui tanpa ada tendensi atau kepentingan meloloskan calon tertentu.

“Jika ada riak-riak di luar mengisukan melolosakn calon tertentu itu keliru,  buktinya sejak dibuka pendaftaran hingga fit hanya satu orang saja yang mendaftar yakni Aldin,”tuturnya.

Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Donggala Rukmin beberapa waktu lalu menjelaskan proses seleksi Dirut PDAM tahun kemarin tidak dilanjutkan dikarenakan ada musibah gempa/ tsunami ditambah lagi terjadi rotasi pejabat di lingkup pemda.

“Kenapa pendaftaran dibuka kembali? Itu diakibatkan terjadinya bencana alam dan rotasi pejabat. Saya baru beberapa bulan menjadi Kabag Ekonomi menggantikan Pak Sultani, persoalan rekruitmen calon Dirut PDAM sebelumnya ditangani Pak Sultani. Jadi sekarang sudah berubah total, contoh sebelumnya ketua penjaringan pak sekda saat sekarang wakil bupati. Intinya karena proses pemilihan Dirut PDAM kemarin belum menghasilkan keputusan tetap kerana faktor teknis, kami membuka kembali proses pendaftaran Dirut PDAM,” jelasnya.

Lanjut Rukmin, terkait isu meloloskan calon tertentu dengan menghilangkan syarat SKCK bagi calon pendaftar Rukmin menjawab keliru. Sebab kata dia lagi penghapusan syarat menggunakan SKCK berdasarkan aturan yang baru yakni Perda Nmor 9 tahun 2016.

“Kami tidak punya wewenang menentukan hasil penjaringan. Kami hanya mengakomodir urusan administarsi calon saja, persoalan kelulusan itu ranahnya tim penjaringan yang diketuai wabup, untuk syarat-sayarat pendaftar kami merujuk pada Perda Nomor 9 tahun 2016 kami tidak punya kepentingan di proses penjaringan Dirut PDAM, kami bekerja berdasarkan regulasi yang berlaku,” pungkasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas