Home Palu

Rogoh Kantong Demi Menyalurkan Hobi Kontes Ayam

249
Kato Moh. Rino. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Stigma negatif yang diberikan sebagian warga tentang arena ketangkasan unggas  melanggar norma sosial dan perbuatan melanggar hukum, karena selalu berkaitan dengan adanya taruhan, ternyata tidak selamanya benar. Pihak pengelola ketangkasan unggas menepis,  areal yang ada di Kelurahan Petobo, Palu Selatan, merupakan kegiatan yang merugikan warga masyarakat.

Adalah komunitas warga yang menamakan ‘Penghobi Unggas di Petobo/Kawatuna Palu’, nerupakan  kumpulan para penghoby ketangkasan unggas untuk menyalurkan hobi mereka. Bahkan, dengan adanya arena ini, para penggemar maupun penghobi unggas khususnya ayam, dapat terkoordinir dalam melakukan aktifitasnya dengan baik, tertib dan aman.

Penanggungjawab areal ketangkasan unggas di Palu, Kato Moh. Rino, menuturkan   tempat yang dikelolanya, semata-mata hanya untuk penyaluran hoby sesama penggemar unggas. Para penggemar unggas yang berada di Kota Palu dan sekitarnya, bahkan dari luar Kota Palu dapat saling menunjukkan kehebatan unggasnya dalam kontes yang digelar.

‘’Tidak saja di Kota Palu, penggemar unggas dari luar Palu pun ikut meramaikan kegiatan atau kontes yang kami gelar bagi sesama penghobi unggas,’’ tutur Kato Rino.

Dikatakan Kato Rino, ketangkasan unggas yang digelar merupakan ketangkasan berbagai jenis ayam. Pada kontes yang digelar, jenis ayam  memiliki kelas berdasarkan genetika, bentuk tubuh dan performa. Penggemar maupun mereka yang mempunyai hobi memiliki unggas untuk diperlombakan menampilkan ayam yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

‘’Tidak heran, kalau unggas atau ayam berkelas. Harganya fantastis dan menjadi rebutan para pengemar unggas di Indonesia,’’ kata Kato Rino.

Sembari menambahkan, ayam-ayam yang terbaik dan sering memenangkan perlombaan, diikutsertakan pada perlombaan di tingkat nasional  maupun hingga ke Asia.

Sembari menambahkan, ayam-ayam yang terbaik dan sering memenangkan perlombaan, diikutsertakan pada perlombaan di tingkat nasional  maupun hingga ke Asia.

Diakui Karo Rino. sebagai penghoby unggas jenis ayam, memerlukan pengeluaran biaya yang tidak sedikit. Pengorbanan untuk mengeluarkan dana yang besar merupakan hal yang lumrah demi penyaluran hobi.

‘’Sama halnya dengan penggemar-penggemar lainnya. Entah itu hobi dengan jenis hewan ataupun menyangkut hoby lomba otomotif, pasti rela mengocek kantongnya agar tersalurkan hobinya. Begitu pula dengan kami penggemar unggas jenis ayam,’’ ungkapnya.

Soal keberadaan ketangkasan unggas, Kato Rino menegaskan, pihaknya membangun arena ketangkasan semata-mata bukan hanya kepentingan pengemar unggas saja. Keberadaan tempatnya juga membantu dalam menumbuhkan ekonomi lokal. Malah, para korban  bencana gempa bumi yang disertai tsunami dan likuifaksi tahun 2018 lalu, diberikan tempat untuk berjualan.

Disamping mendorong pertumbuhan ekonomi lokal—terutama bagi korban bencana, keberadaan ketangkasan unggas yang dikelolanya, setidaknya menjadikan wadah bagi sesama penggemar unggas jenis ayam untuk saling bersilahturahmi. Di samping itu, dengan areal ini, para penggemar unggas tidak terpencar-pencar.

Kato Rino bersama penggemar unggas jenis ayam, mengajak masyarakat untuk melihat sisi positif dari ketangksan unggas. Fokus pada adu ketangksan, kontes keindahan, bentuk fisik dari jenis-jenis ayam. Bisa jadi, diawali dengan areal ketangksan unggas di Petobo, Palu Selatan, untuk menekan tindak keriminal khususnya peredaran miras dan narkoba, serta memberdayakan masyarakat sekitar dalam menumbuhkan ekonomi lokal. (yi)

Ayo tulis komentar cerdas