Prof Mahfudz MP. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP mengharapkan pelatihan yang dilakukan Pusat Pengembangan Deradikalisasi dan Penguatan Sosio-Akademik (Pusbang Depsa) harus dikembangkan.

“Saya berharap pelatihan Depsa dapat dikembangkan. Banyak hal bisa dilakukan seperti penguatan karakter dan sebagainya,” ujar Prof Mahfudz saat membuka pelatihan ke-6 Pusbang Depsa Untad pencegahan radikalisme di Palu, Jumat, 23 Agustus 2019.

Menurut Prof Mahfudz, radikalisme sangat erat pengaruhnya kepada generasi muda. Terlebih dengan adanya media sosial, sebab penyebaran paham radikalisme dapat berasal dari media sosial.

“Generasi muda adalah kelompok yang paling sering mengakses media sosial,” ucap Prof Mahfudz.

Dalam pelatihan kali ini, Pusbang Depsa menghadirkan pemateri Wakil Direktur Bidang Intelkam Polda Sulteng, AKBP Drs Suliono. Suliono menjabarkan mengenai pengertian radikalisasi, ciri-ciri radikalisme dan penyebab radikalisme. Menurutnya, radikalisme bukanlah masalah agama melainkan masalah politik.

“Orang radikal beranggapan bahwa semua orang yang berbeda pandangan dengan mereka adalah salah dan mereka tidak segan-segan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya,” terang Suliono.

Dia berpesan agar generasi muda mencintai negaranya dan menganggap negara seperti keluarga sendiri sehingga tidak mudah disusupi oleh paham radikalisme. Ketua Pusbang Depsa Untad, Dr. Rahmat Bakri, menjelaskan pelatihan ke-6 ini diikuti oleh 250 mahasiswa perwakilan dari berbagai fakultas di lingkungan Untad. Peserta yang telah mengikuti pelatihan nantinya akan menjadi kader/calon pemimpin di lembaganya masing-masing. Pelatihan digelar selama tiga hari ini diisi oleh berbagai materi, termasuk tentang penguatan nilai-nilai Pancasila, kepemimpinan, kultur akademik dan manajemen risiko.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas