Home Palu

FAI Unisa Gelar Seminar Internasional

282
FOTO BERSAMA - Rektor Unisa Palu, Dr Umar Alatas didampingi oleh Dekan FAI Unisa Palu, Wakil Rektor III Unisa Palu Dr Ahmadan, Dekan FAI Unisa Dr Gafar Mallo, dan Ketua Panitia Seminar Internasional Idrus M Said saat menerima buku tentang hukum perang Islam dari pewakilan ICRC Indonesia, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu bekerjasama dengan Komite Internasional Palang Merah atau The International Committee of the Red Cross (ICRC) Indonesia pada 9 September 2019 akan menggelar Seminar Internasional membahas tentang Hukum Humaniter Internasional.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Idrus M Said, kegiatan itu akan membahas tentang nilai-nilai kemanusiaan universal yang rahmatan lil alamin.

“Kegiatan itu digelar di Fakultas Kedokteran Unisa Palu dengan menghadirkan ratusan peserta seminar dari berbagai ormas Islam, dosen, dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Kota Palu,” ujar Idrus di Palu, Minggu, 25 Agustus 2019.

Kata dia, persiapan kegiatan Seminar Internasional itu sudah mencapai 85 persen. Pihaknya tinggal menyebarkan undangan ke berbagai ormas Islam dan beberapa perguruan tinggi swasta dan negeri se-Kota Palu.

“Kegiatan ini dikemas dalam dua sesi. Sesi pertama adalah seminar yang disampaikan Prof. Dr. Ahmed Al-Dawoody, MA (Penasihat Hukum bidang Yurisprudensi dan Hukum Islam, ICRC dan Penulis Buku Hukum Perang Islam) dan H. S. Ali bin Muhammad Aljufri., MA (Ketua Umum PB. Alkhairaat dan Ketua MUI Provinsi Sulawesi Tengah), sementara sesi kedua adalah kuliah tamu  oleh Prof. Dr. Ahmed Al-Dawoody., MA,” jelas Idrus.

Idrus mengatakan, sesi pertama akan memberikan gambaran tentang Hukum Humaniter International atau ahklak kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan secara universal.

“Nanti di sesi pertama para peserta diberikan gambaran tentang isu-isu Hukum Humaniter International yang saat ini terjadi dibelahan dunia, khususnya negara-negara Arab, memberikan roadmap Indonesia sebagai bagian untuk menjawab kendala dan tantangan ketika terjadi situasi kondisi huruhara, sebagaimana yang terjadi di sebagian besar negara-negara di dunia,” ujarnya.

Sesi kedua, kata Idrus,  adalah kuliah tamu. Yang menjadi narasumber pada sesi ini adalah para Dosen dari berbagai Perguruan Tinggi di Sulawesi Tengah, diselingi dengan diskusi panel atau tanya jawab dengan cara Focus Group Discussion (FGD) tentang Hukum Humaniter International.

“Kami berharap setelah diadakannya kegiatan ini peserta menjadi orang yang memahami Hukum Humaniter International, dan akhlak kemanusiaannya dalam menjalani kehidupan dapat diterapkan sebagai landasan hukum yang benar,” ungkapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas