Kapolres Sigi, AKBP Wawan Sumantri, menjelaskan kepada awak media, saat konfrensi pers terkait kasus pencurian panel surya. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Sat Reskrim Polres Sigi, berhasil mengungkap dan mengamankan seorang tersangka kasus pencurian Solar Cell/Panel Surya, yang terjadi di Terminal Tambuli Desa Lolu Kecamatan Sigi Biromaru, kabupaten Sigi, beberapa waktu lalu.

Kapolres Sigi, AKBP Wawan Sumantri, dalam peres rilis, Senin 5 Agustus 2019 mengatakan bahwa, tersangka yang berinisal AD alias Poge (18), diamankan petugas berdasarkan pengembangan dari penangkapan tersangka penadah, alat deteksi gempa milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG.

“Tersangka ini kami amankan, berdasarkan keterangan dari tersangka penadah barang curian, dari kasus pencurian alat pendeteksi gempa yakni Opan dan Mansir.Saat petugas melakukan penggeledahan terhadap tempat usaha kedua tersangka penadah itulah, kami menemukan beberapa buah Solar Cell/Panel Surya,” ungkap Kapolres.

AKBP Wawan Sumantri menjelaskan, dalam pengembang temuan itu, pihaknya mendapati nama pelaku yang menjual panel surya, yakni AD alias Poge (18), dan pihaknya langsung melakukan penyidikan dan berhasil mengamanakn tersangka di Desa Lolu, Kecamatan SigiBiromaru.

“Kami juga mengamnkan barang bukti berupa tiga buah solar cell / panel surya, dan satu buah solar kontrolel warna hitam, yang menurut pengakuan tersangka alat tersebut diambilnya di Terminal Tanbuli, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, pada Oktober 2018 lalu,” tambahnya.

Wawan Sumantri juga mengatakan bahwa, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman, dikarenakan menurut keterangan tersangka Ardi alias Poge, dirinya melakukan aksinya tidak seorang diri.

“Ada temannya, dan kami masih telusuri,” ucapnya.

Kepada penyidik tersangka melakukan aksi pencurian karena desakan ekonomi. Karena ingin mendapat uang secara instan, akhirnya tersangka bersama teman-temannya nekat mencuri alat pembangkit listrik tenaga matahari itu.

“Alasannya hampir sama dengan pelaku pencurian lainnya, yaitu mabuk-mabukkan dan senang-senang.Tersangka dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun,” tegasnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas