FOTO BERSAMA - Kakanwil Kemenag Sulteng H Rusman Langke bersama BMKG Stasiun Geofisika Palu dan sejumlah pejabat Bimas Islam saat memantau Hilal di Gedung Hisab Rukyat Kemenag Sulteng, di Desa Marana, Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala, belum lama ini. (Foto: Humas Kanwil Kemenag Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu melakukan pemantauan hilal  di Gedung Hisab Rukyat Kemenag Sulteng di Desa Marana, Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala belum lama ini.

Pemantauan hilal tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Rusman Langke, didampingi Kepala Bidang Bimais Kemenag Sulteng, H Muhammad Ramli serta dihadiri jajaran Bimas Islam Kemenag Sulteng, perwakilan Pengadilan Tinggi Agama Sulteng, KUA Kecamatan Sindue, serta para tokoh agama.

Dari hasil pemantauan tersebut, hilal tidak terlihat karena tertutup awan. Meski begitu, data dari BMKG menyebutkan tinggi hilal pada Kamis 1 Agustus 2019 di sekitar wilayah Marana berada pada dua derajat 42 menit, dengan umur bulan 6 jam 57 menit 42 detik.

Waktu terbenam matahari tercatat pada pukul 18.09 WITA dan waktu terbenam bulan pukul 18.24 wita. Sehingga ada sekitar 15 menit waktu pengamatan hilal.

“Hasil rukyatul hilal di Marana, hilal tidak terlihat karena tertutup awan, tetapi kita tetap menyesuaikan dengan penetapan sidang isbat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama,” kata Rusman Langke.

Rusman mengatakan, terkait pelaksanaan Idul Adha 1440 H pihaknya mengingatkan umat Islam di Sulteng untuk meningkatkan semangat berkurban.

“Berkurban merupakan salah satu ibadah yang diutamakan oleh Allah SWT kepada umat Islam, untuk memaknai pengorbanan Nabi Ibrahim AS. Mari kita tingkatkan semangat berkurban. Bagi yang memiliki kemampuan, silakan berkurban, karena merupakan ibadah yang diutamakan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Sebelumnya Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idul Adha 1440 H jatuh pada Minggu 11 Agustus 2019. Hal ini sebagaimana hasil Sidang Isbat penentuan 1 Dzulhijjah 1440 H, yang digelar Kementerian Agama di Kantor Kemenag jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada Kamis 1 Agustus 2019.

Dalam Sidang isbat dipimpin oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag, dihadiri oleh perwakilan MUI, unsur pimpinan Komisi VIII DPR RI, sejumlah Duta Besar negara sahabat, perwakilan negara sahabat, sejumlah pimpinan ormas Islam, dan sejumlah pejabat di eselon I dan II Kementerian Agama. Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dalam jumpa persnya meyampaikan seluruh peserta sidang bersepakat bahwa 1 Dzulhijjah 1440 H jatuh pada Jumat 2 Agustus 2019. Keputusan tersebut berdasarkan hasil rukyatul hilal di 92 titik di 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Dari seluruh titik tersebut, hilal dilaporkan terlihat langsung di 10 titik pemantauan.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas