BERI KETERANGAN - Ketua DPRD Kota Palu, Ishak Cae saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Selasa 15 Januari 2019. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Usulan pengadaan mobil dinas (mobnas) baru untuk unsur pimpinan DPRD Kota Palu terus mendapatkan penolakan. Usulan tersebut dianggap bukanlah kebutuhan mendesak.

Usulan pengadaan dua unit mobnas masing-masing Fortuner dan Inova yang anggarannya mencapai Rp700 juta itu terungkap pada rapat Banggar beberapa waktu lalu oleh Ketua DPRD Kota Palu, Ishak Cae. Mobil baru itu akan diperuntukkan bagi ketua DPRD Kota Palu yang baru, yang akan dilantik pada 9 September 2019 mendatang.

“Pak ketua (DPRD Palu) punya usul beli mobil dinas baru tiga unit. Satu merek Toyota Fortuner dan dua merek Toyota Kijang Innova. Kami juga bingung mau ambil dananya dari mana,” ungkap Kepala Sub Bagian Perencanaan Program Sekretariat DPRD Palu, Irmawati kala itu.

Juru bicara Fraksi Gerindra DPRD Kota Palu, Armin menolak usulan tersebut.

“Sebagai Fraksi Gerindra yang merupakan calon Ketua DPRD mendatang Gerindra menolak itu. Kenapa mesti pengadaan mobil, sementara masyarakat masih banyak yang mengungsi. Ini bukan keperluan yang urgen,” ungkap Armin kepada Metrosulawesi, Rabu 31 Juli 2019.

Menurutnya, meskipun usulan mobnas tersebut nantinya akan dinikmati oleh Ketua DPRD yang dipastikan berasal dari Partai Gerindra yang memenangkan kursi terbanyak di DPRD Kota Palu, Fraksi Gerindra tidak serta merta setuju atas usulan itu. Ia menganggap pengadaan Mobnas harus dikesampingkan, dan lebih memerhatikan penganggaran untuk pembangunan dan perbaikan sarana prasarana pasca bencana, seperti perbaikan jalan-jalan yang masih rusak akibat gempa bumi.

“Lagi pula ini bisa merugikan Fraksi Gerindra. Kalau ini disetujui, nanti dikira Fraksi Gerindra yang meminta karena calon ketua itu nantinya dari Gerindra,” ungkap dia.

Lagi pula, saat ini anggaran Pemerintah Kota Palu defisit. Sehingga, hal-hal yang dianggap tidak mendesak seharusnya ditinda dulu penganggarannya.

Menurut Armin, Ketua DPRD Kota Palu Ishak Cae ngotot untuk pengadaan Mobnas baru berdasarkan hasil pertemuan Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia (Adeksi) beberapa waktu lalu yang melahirkan wacana untuk mengajukan regulasi terkait pengadaan Mobnas baru bagi setiap unsur pimpinan DPRD yang baru.

“Sekarang Banggar ditunda, Bamus (Badan Musyawarah) akan lakukan perubahan jadwal, ini juga untuk mencari supaya bagaimana anggaran Pemkot tidak defisit. Jadi Mobnas itu saya rasa tidak perlu, yang sekarang saja masih layak kok,” kata Aggota Banggar DPRD Kota Palu itu.

“Sekarang ini pengungsi masih berteriak, masa kita mau beli mobnas baru lagi? Yang jelas delapan fraksi sepakat menolak, kecuali Golkar, saya tidak tahu,” tandasnya.

Armin berharap agar usulan pengadaan mobnas yang telah ditolak di Banggar itu nantinya tidak muncul lagi dalam mata anggaran yang disetujui.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas