Home Palu

Paskibraka Putri di Daerah Tetap Pakai Rok

Moh Azir. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengeluarkan keputusan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional 2019 putri tidak lagi mengenakan rok melainkan celana panjang.

Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulteng, Moh Azir mengungkapkan, untuk tingkat daerah provinsi dan kabupaten/kota, Paskibraka Putri tetap menggunakan rok.

“Sampai saat ini kami tidak menerima edaran atau perintah penggantian seragam Paskibraka putri, jadi kita simpulkan untuk daerah tetap menggunakan rok. Menurut saya keputusan pusat hanya berlaku bagi Paskibaraka nasional di Istana Negara,” ungkap Azir kepada Metrosulawesi, Senin, 29 Juli 2019.

Dia meyakini Paskibraka putri di daerah tetap akan menggunakan rok sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Jika memang harus diganti, menurut Azir waktu tidak memungkinkan lagi karena telah mepet.

Saat ini seragam Pasibraka tingkat provinsi yang akan bertugas mengibarkan sang saka merah putih di Halaman Kantor Gubernur Sulteng ditarget selesai Juli ini. Adapun dua orang perwakilan Paskibraka nasional dari Sulteng telah berangkat ke Jakarta pada 25 Juli lalu.

Azir berharap dua orang Paskibraka perwakilan Sulawesi Tengah bisa menjalankan tugas dengan baik. Dengan begitu kata dia akan mengharumkan nama Provinsi Sulteng di tingkat nasional.

“Itu harapan kita agar perwakilan Sulteng bisa menjalankan tugas dengan baik sebagai Paskibraka di Istana Negara,” tandasnya.

Untuk diketahui, menurut Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni’am Sholeh kebijakan baru penggantian seragam putri menggunakan celana panjang bagian dari mekanisme penyeragaman. Selama ini, anggota Paskibraka putri memakai rok yang ditambahkan penggunaan kaus kaki panjang.

Asrorun mengatakan bahwa penggunaan rok dianggap menyulitkan gerakan anggota Paskibraka Nasional 2019 putri saat baris berbaris. Dengan mengenakan celana panjang, diharapkan para anggota pasukan pengibar bendera pusaka yang terpilih dari 34 provinsi di Indonesia bisa bergerak lebih mudah. Selain alasan itu, penggunaan celana panjang selaras dengan anggota Paskibraka nasional 2019 yang berjilbab. Asrorun menekankan bahwa kebijakan baru ini telah melalui serangkaian koordinasi dengan berbagai instansi terkait.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas