Home Palu

Balaroa 14 Rumah, Mamboro 5 Rumah

332
BERSIHKAN PUING - Seorang pria membersihkan puing-puing rumahnya yang rusak akibat gempa Palu dan likuifaksi di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, 11 Oktober 2018 lalu. Pemerintah menunda pemberian stimulan terhadap rumah yang berada di jalur zona merah. (Foto: Reuters)
  • Calon Penerima Dana Stimulan Tahap Pertama

Palu, Metrosulawesi.id – Dari ratusan rumah di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat yang rusak akibat gempa bumi, hanya 14 unit yang masuk dalam daftar calon penerima dana stimulan tahap pertama. Sedangkan di Kelurahan Mamboro hanya lima keluarga.

Lurah Balaroa, Rahmansyah mengatakan, awalnya ada 49 rumah rusak kategori berat yang masuk daftar penerima dana stimulan perbaikan rumah untuk tahap pertama. Tapi, kata dia setelah dilakukan assesment oleh tim khusus, hanya 14 rumah tangga yang masuk tahap pertama.

“Dari 49 rumah itu, rupanya dalam perjalanannya ada yang masuk daerah likuefaksi. Dekat dengan daerah likuefaksi, sehingga dipending dulu. Atau misalnya rumah di luar area likuefaksi, tapi di jalur sesar, semua dipending dulu,” kata Rahmansyah ditemui Metrosulawesi di ruang kerjanya, Senin 22 Juli 2019.

Selain itu, ada juga rumah korban bencana alam ini yang sebelumnya terdata sebagai rusak berat, tapi kemudian turun ke kategori rusak sedang. Rumah yang sebelumnya terdata sebagai rumah rusak, setelah turun tim ternyata masuk zona merah.

“Misalnya yang rumahnya di bibir jurang (dekat likuefaksi) awalnya masuk kategori rusak berat, tapi masuk zona karena dekat dengan likuefaksi,” ujarnya.

Selain itu, dana stimulan untuk rumah yang berada di jalur patahan juga masih dipending. Jika berada di jalur patahan, maka akan direlokasi ke hunian tetap (huntap).

“Bukan wewenang kita (pemerintah kelurahan), tapi tim yang menilai,” ujarnya.

Diketahui, rumah rusak akibat gempa bumi di Kelurahan Balaroa yang terdata sebelumnya mencapai ratusan unit. Belum termasuk rumah yang hilang atau tertimbun dalam tanah akibat likuefaksi yang jumlahnya hampir 2 ribu unit.

Lurah Balaroa mengatakan, pencairan dana stimulan dilakukan secara bertahap. Saat ini, yang terdata hanya rumah rusak berat. Tapi, dia tidak tahu mengapa pembayaran dana stimulan dilakukan bertahap.

“Nanti tanya ke BPBD,” katanya.

Yang pasti, menurut Rahmansyah, tahap pertama dana stimulan rumah rusak berat se Kota Palu sebanyak 1.549 unit.

”Kalau untuk Balaroa ada 14 rumah,” katanya.

Sementara itu, Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara hanya lima rumah kategori rusak berat yang akan menerima dana stimulan pada tahap pertama.

Lurah Mamboro, Wahyuni mengatakan, saat ini kelompok masyarakat (Pokmas) sudah terbentuk dan sudah diminta membuka rekening bank.

“Tahap pertama hanya lima rumah untuk rusak berat. Sekarang tahap pembukaan rekening oleh Pokmas,” kata Wahyuni ditemui di ruang kerjanya, Selasa 23 Juli 2019.

Organisasi Pokmas ini terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara dan didampingi Kejaksaan, TNI, Inspektorat, dan Fasilitator Kelurahan. Pokmas Mamboro untuk dana stimulan tahap pertama ini juga bekerja untuk Mamboro Barat.

“Pokmas ini gabung dengan Kelurahan Mamboro Barat. Kami di Mamboro lima rumah dan Mamboro Barat delapan rumah. Satu Pokmas itu kan, maksimal 20 rumah,” katanya.

Menurutnya, tahap pertama ini, hanya rumah rusak berat yang menerima dana stimulan. Adapun rumah yang berada di zona merah atau rawan tsunami, akan direlokasi ke hunian tetap.

Diketahui, dana stimulan untuk rumah rusak berat sebesar Rp 50 juta. Tapi, baik Lurah Balaroa Rahmansyah dan Lurah Mamboro Wahyuni belum mengetahui kapan dana stimulan tahap pertama tersebut dicairkan.

Reporter: Syamsu Rizal
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas