BANTU PENYINTAS - Pihak United Tractors menyerahkan secara simbolis sekolah transisi yang mereka bangun kepada para Kepala Sekolah di acara Penutupan Program Kemanusiaan United Tractors Group Bagi Palu Sigi dan donggala, di SD Transisi Balaroa, Palu, Jumat 19 Juli 2019. (Foto: Tahmil Burhanuddin/ Metrosulawesi)
  • Bangun Sekolah Transisi, Kucurkan Rp6,5 M untuk Bantu Pengungsi

Palu, Metrosulawesi.id – Nasib ribuan anak-anak usia sekolah di daerah terdampak bencana 28 September 2018 lalu terselamatkan oleh bantuan berbagai pihak. Salah satu pihak yang memiliki andil besar dalam upaya membangkitkan kembali semangat pendidikan di wilayah Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) adalah PT United Tractors (UT).

Setelah delapan bulan lamanya sejak bencana, akhirnya PT UT melakukan peresmian 10 sekolah transisi yang dibangun oleh perusahaan Astra Group ini. Sepuluh sekolah tersebut yakni SDN Balaroa, SDN Inptres Balaroa, SDN Petobo 1, SDN Petobo 2, SDN 4 Bamba, SDN 2 Sindue, SDN 21 Amal Sindue, TK PGRI 2 Amal Sindue, SMK 8 Palu, dan TK & TB Al-Khairaat, yang dibangun selama enam bulan.

“Gerak corporate social Responsibility (CSR) dari PT UT tidak berhenti. Setelah membangun 20 hunian transisi tetap bagi TNI, tiga titik Instalasi air bersih, dan sepuluh titik fasilitas mandi, cuci, kakus atau MCK umum, kini perusahaan alat berat ini selesai membangun 10 fasilitas sekolah tahan gempa,” ungkap Head of Corporate Communication Division UT Sara K Loebis saat  memberikan sambutan dalam seremoni Penutupan Program Kemanusiaan United Tractors Group Bagi Palu, Sigi, dan Donggala, di SD Transisi Balaroa, Palu, Jumat 19 Juli 2019.

Kata dia, meskipun program kemanusiaan mereka di Pasigala telah berakhir, namun mereka masih akan tetap memberikan bantuan kemanusiaan di daerah ini.

“Bukan berarti semuanya sudah berakhir, perjalanan di Palu masih panjang. Kami turut prihatin terhadap bencana waktu itu, kami juga punya saudara di sini, rekan kami di UT Palu,” ungkapnya.

Menurut Direktur UT Edy Sarwono, pihaknya akan terus bergandengan tangan dengan masyarakat di Pasigala untuk bisa bangkit pasca bencana. Saat ini mereka berfokus pada upaya mendukung pendidikan, penghasilan, kesehatan ibu-anak, dan kesehatan lingkungan.

Terkait pendidikan, pihak UT tidak hanya membantu menyediakan bangunan fisik sekolah, mereka juga memberikan dukungan untuk membangun kembali mental peserta didik maupun guru untuk berani kembali ke ruang kelas dengan mengadakan psikososial support yang dilakukan oleh para relawan perusahaan alat berat itu.

“Kami ingin membantu pendidikan karena anak-anak inilah penerus masyarakat Palu. Kami ingin mereka masih memiliki harapan dan masa depan,” ungkap Edy.

“Khusus Palu kita fokus pembinaan pendidikan. Sekitar 1.250 siswa yang kita bantu dari 10 sekolah itu. Dan kami akan memberikan pembinaan khusus bagi SMK 8 dengan program SOBAT dari UT,” jelasnya.

TULIS HARAPAN – Danrem 132 Tadulako, Direktur United Tractors dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu menuliskan harapan mereka terkait adanya sekolah transisi yang dibangun PT UT, di SD Transisi Balaroa, Palu, Jumat 19 Juli 2019. (Foto: Tahmil Burhanuddin/ Metrosulawesi)

Pihak UT membangun sekolah transisi dengan berbagai pertimbangan. Mereka tidak membangun sekolah permanen karena kesulitan lahan. Pihak UT juga ingin membntu lebih banyak sekolah.

“Kami masih berkomitmen sekolah transisi. Kami mendengar pemerintah juga sudah anggarkan sekolah yang permanen.”

Pihak UT mengucurkan dana sekitar Rp6,5 miliar khusus untuk membantu penanganan pasca bencana di Sulteng selama 8 bulan sejak September lalu. Tidak hanya di Sulawesi Tengah, UT juga mengucurkan bantuan di seluruh wilayah terdampak bencana di Indonesia.

Dengan adanya sekolah transisi, para pengungsi pun merasa sangat dimudahkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak.

“Cukup membantu karena dekat dari pengungsian. Tidak dipungut biaya. Kita juga ada bantuan baju, tas untuk anak-anak sekolah,” ungkap orangtua siswa Nyonya Rosna (38).

Lewat Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Anshar Sutiadi, Pemkot Palu pun mengapresiasi UT yang memberikan sumbangsihnya dalam upaya mendukung pendidikan anak di daerah bencana.

“Sekolah darurat pertama yang dibangun pasca bencana memang salah satunya dari UT. Kami sangat mengapresiasi itu. Mudah-mudahan sumbangsih dari UT dalam memajukan pendidikan di Sulteng khususnya Palu bisa dapat balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkap Danrem 132 Tadulako Kolonel Inf Agus Sasmita.

“Belajar di sekolah tenda tentu kurang nyaman karena lebih panas dan basah saat hujan. Kami sangat senang dan siap kembali belajar di ruang kelas. Terima kasih United Tractors,” ujar Rafli, siswa kelas 5 SDN Balaroa.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas