TERSERET HUKUM - Pimred Koran Indigo.online, Gencar Djarot memegang surat panggilan polisi. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)
  • Kasus Pimred Koran Indigo.online vs dr Nurlaela

Parimo, Metrosulawesi.id – Kasus dugaan pencemaran nama baik dengan menyeret Gencar W Djarot, wartawan sekaligus Pimpinan Redaksi (Pimred) Koran Indigo, sebagai tersangka menarik perhatian organisasi wartawan di Palu. Kasus ini dilaporkan Dirut RS Anuntaloko Parigi Moutong (Parimo) awal Januari lalu.

Ketua PWI Sulteng, Mahmud Matangara SH MH mengatakan, kasus yang dialami Gencar Djarot adalah murni delik pers. Oleh karena itu katanya, sebelum status yang bersangkutan ditingkatkan ke tersangka, polisi mestinya lebih dulu melakukan koordinasi ke Dewan Pers (DP).

“Hal ini diatur dalam Pasal 5 nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Polri,” katanya kepada Metrosulawesi, Kamis 18 Juli 2019.

Menindaklanjuti kasus tersebut kata Mahmud, pihaknya sudah menyurat ke Polres Parigi untuk meminta agar penanganan kasus itu dilakukan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam nota kesepahaman tersebut.

“Secara organisasi, kami sudah menyurat ke Polres Parigi Moutong, dan tembusannya disampaikan ke Dewan Pers, dan Polda,” ujar Mahmud.

Ada dua kasus yang menjerat Gencar Djarot. Yakni: status yang ditulis yang bersangkutan di FB, dan berita yang termuat di Koranindigo.online. Sebagai wartawan kata Mahmud, pihaknya tidak akan mencampuri terkait penulisan status di FB.

“Hanya saja ada yang tidak sinkron, ketika polisi menjerat yang bersangkutan dengan UU ITE. Padahal yang disoal adalah produk jurnalistik. Kalau pemberitaan itu dianggap melanggar, polisi mestinya menggunakan UU Pers, bukan UU ITE,” kata Mahmud.

Terpisah, Kapolres Parimo, AKBP. Zulham Efendi Lubis. SIK, mengungkapkan, bahwa penetapan tersangka pada Gencar W Djarot (GWD) tersebut sudah melalui konsultasi dengan Dewan Pers.

“Karena ada empat hal dalam MOU kita. Pertama, apabila rekan-rekan menemukan dugaan tindakan pidana melibatkan pers maka berkoordinasi dengan Polri. Saat mendapat informasi dari masyarakat terkait dugaan tindak pidana terkait dengan pers, Polri berkoordinasi dengan Dewan Pers, Apabila Dewan Pers menyatakan perbuatan tersebut dugaan tindakan pidana, maka diserahkan penanganannya kepada kepolisian dan Kemudian Dewan Pers wajib diberikan SP2HP. Nah, langkah itu sudah kita lakukan,” ungkap Kapolres Parimo pada sejumlah wartawan, Rabu sore, 17 Juli 2019.

Kapolres menyebutkan, bahwa Dewan Pers sudah menyimpulkan termasuk dalam kategori mengarah pada tindak pidana.

“Karena kalau Dewan Pers sudah berani menyimpulkan itu bagaimana. Untuk itu, Proses lebih dalam nanti di pengadilan saja,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, dirinya tidak ingin menjelaskan lebih jauh soal materi perkara. Terkait terbukti atau tidak kasus tersebut, nanti akan dilihat dalam persidangan.

Namun dirinya sedikit menyebutkan persoalan tersebut lebih kepada person to person.

“Untuk itulah, itu akan menjadi dasar, sehingga Dewan Pers berani menyimpulkannya tindakan itu di poin ke tiga tadi,” tutup Kapolres.

Seperti diketahui, kasus ini berawal ketika Gencar Djarot menulis berita di media koranindigo.online soal kebijakan Dirut RS Anuntaloko yang menahan sertifikat kepemilikan tanah milik pasien warga Desa Pelawa, Kecamatan Parigi Tengah, Parimo bernama Arfian Jaya (alm). Pasien yang bersangkutan tidak mampu membayar jasa RS Anuntaloko yang besarnya mencapai Rp3 jutaan. Sebagai jaminan pihak RS Anuntaloko menahan sertifikat tanah si pasien.

Berdasarkan hasil konfirmasi dari koranindigo.online ke Dirut RS Anuntaloko, dr Nurlaela Harate kala itu, mengakui hal itu. Dia menyebutkan bahwa sertifikat itu akan dikembalikan bila yang bersangkutan sudah melunasi hutangnya.

Setelah berita itu naik di media online tersebut, sejumlah masyarakat melakukan demo. Tidak hanya itu, dr Nurlaela pun kemudian menyatakan mengundurkan diri dari jabatan dirut RS Anuntaloko.

Rupanya tidak hanya sampai di situ, dr Nurlaela kemudian mengadukan Pimred Koranindigo.online, Gencar Djarot ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Dan akibat dari laporan itu, Polres Parimo kemudian menetapkan Gencar Djarot sebagai tersangka.

Reporter: Zoel Fahry
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas