Amiruddin. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebagai salah satu bank plat merah yang dipercayakan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Tengah. PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk Cabang Palu telah menyalurkan Jaminan Hidup (Jadup) bagi 4.177 Kepala Keluarga yang menjadi korban gempa bumi dan likuifaksi di Kabupaten Sigi.

Pimpinan Bank BNI Cabang Palu, Amiruddin mengatakan bantuan jaminan hidup senilai Rp 9.114.600.000. Selanjutnya, diterima sebanyak 15.191 Jiwa di wilayah Kabupaten Sigi. Menurutnya, bantuan bersifat non tunai guna mencegah penyelewengan sebelum sampai ke tangan ahli waris.

“Masing-masing sehari dapat Rp10 ribu per jiwa, dibayarkan selama dua bulan sebesar Rp600 ribu per jiwa, buku tabungan kita sudah serahkan ke penerima dana bantuan,” ungkapnya, saat ditemui Metrosulawesi diacara HUT BNI Ke 73, belum lama ini.

Ia menjelaskan masyarakat bisa memanfaatkan bantuan jaminan hidup tersebut dengan sebaik mungkin. Selain itu, bantuan tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat korban bencana untuk memenuhi kebutuhan hidup pasca sembilan bulan setelah bencana besar terjadi.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dan termanfaatkan sebaik-baiknya. Penyaluran secara non tunai akan memudahkan masyarakat untuk mengunakan dana bantuan tersebut dengan bijak,” jelasnya.

Melalui BNI, kata Amiruddin, masyarakat penerima bantuan bisa mencairkan atau mengambil bantuannya langsung ke kantor BNI terdekat dengan membawa buku rekening yang telah diserahkan kepada kepala keluarga yang menerima bantuan.

“Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Palu telah menyalurkan dana santunan korban bencana yang ditujukan untuk 378 jiwa dengan nilai Rp 5.670.000.000,” terangnya.

Lanjut dia, pemerintah pusat telah menginstruksikan bahwa seluruh bantuan dana bagi korban bencana harus dilakukan secara non tunai. Menindak lanjuti hal tersebut, ada tiga perbankan yang dipercayakan dalam menyalurkan bantuan tersebut.

“Yaitu, Bank Mandiri menangani bencana di Kota Palu, Bank BRI untuk wilayah Donggala dan Parigi Moutong, serta kami dari BNI untuk tangani korban di wilayah Kabupaten Sigi,” ungkapnya.

“Secara rinci, penerima santunan ahli waris terbanyak ada di Kota Palu mencapai 1.383 jiwa. Menyusul di Kabupaten Sigi (378 jiwa), Kabupaten Donggala (130) dan Parigi Moutong (15). Setiap ahli waris memperoleh bantuan sebesar 15 juta rupiah,” sambungnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas